THM Kota Bekasi Tetap Beroperasi Dengan Protokol Kesehatan Ketat

  • Whatsapp
Pemkot Bekasi tidak akan melakukan penutupan Tempat Hiburan Malam (THM), seiring pemberlakuan PSBB di DKI jakarta

KanalBekasi.com-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Daerah Khusus Ibukota (DKI) Jakarta kembali  mengeluarkan kebijakan Pembatasan Sosial Berkala Besar (PSBB), setelah adanya peningkatan kasus Covid-19. Kebijakan PSBB tersebut dikeluarkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Rabu (9/9)

Terkait diberlakukannya kembali PSBB yang oleh Pemprov DKI Jakarta, tentunya Kota Bekasi sebagai daerah penyangga ibukota juga memiliki peranan penting. Namun demikian, kebijakan yang diberlakukan tiap daerah tergantung pada kepala daerahnya.

Bacaan Lainnya

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memastikan kegiatan perkantoran, industri dan aktivitas Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap beroperasi. Bahkan, tidak ada pelarangan penutupan bagi usaha Tempat Hiburan Malam (THM).

Baca Juga: Kadisparbud Kota Bekasi Sebut THM Bukan Cluster Baru Penyebaran Covid-19

Hal ini diutarakan oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyikapi kebijakan baru dari Pemprov DKI Jakarta soal PSBB secara total. Ia menjamin sektor usaha penyedia lapangan kerja di wilayahnya menerapkan protokol kesehatan.

“Buktinya di Kota Bekasi tidak ada klaster dari THM, untuk sektor industri juga hanya satu kan (PT Bridgestone Indonesia),” kata pria akrab disapa Pepen, di Stadion Patriot Chandrabaga, Kamis (10/9).

Menurut Pepen sapaan akrab Rahmat Effendi, tidak dipungkiri dampak PSBB total sangat besar bagi masyarakat Kota Bekasi. Misal, Pemprov DKI Jakarta yang telah meminta kepada perusahaan dan sektor usaha lain dengan kembali memberlakukan Work From Home (WHF) atau bekerja dari rumah.

“Sebab, 60 persen warga Kota Bekasi beraktifitas dan bekerja di pusat ibukota. Apabila, Pemkot Bekasi mengeluarkan kebijakan kembalinya WFH, maka dampaknya akan sangat besar,” ujarnya.

Selain berdampak pada sektor perekonomian, juga berpengaruh terhadap tatanan sosial hidup di masyarakat. Seperti saat ini Kota Bekasi sudah memberlakukan tatanan hidup baru/ New normal, dan hal itu memerlukan waktu untuk beradaptasi.

“Kalau pekerja dari DKI dirumahkan, itu saja sudah berdampak ke kita. Dampaknya bukan Covid-19 saja, tapi juga ada dampak sosialnya. Nah, ini nanti kita akan evaluasi,” sambungnya.

Meski sejumlah daerah di sekitar Kota Bekasi sudah memberlakukan aturan ketat yang berujung pada pembatasan aktifitas masyarakat, Pepen menekankan bahwa Pemkot Bekasi tidak akan menerapkan jam malam seperti yang berjalan di Bogor dan Depok.

“Tapi tidak dengan pembatasan jam malam, kalau kita sedang evaluasi yaitu pembatasan jam kegiatan. Kota Bekasi punya cara sendiri dalam penanganan Covid-19, tentunya dengan tidak luput dari protokol kesehatan,” tegasnya.

Seperti diketahui, Pemkot Bekasi telah memberlakukan new normal sejak beberapa bulan lalu. Sejumlah sektor usaha mulai berjalan dan kembali menggerakkan roda perekonomian di Kota Bekasi. Dalam pemberlakuan new normal, Pemkot Bekasi tetap waspada dan ketat dalam protokol kesehatan.(amg)

Pos terkait