Bukan Mencegah, Obat Covid-19 Pemerintah untuk Hentikan Keparahan

  • Whatsapp
Obat Covid-19 yang akan didistribusikan pemerintah

KanalBekasi.com – Pemerintah memutuskan siap mendistribusikan Remdisivir untuk menangani pasien Covid-19 di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pun telah memberikan izin kepada PT Kalbe Farma Tbk yang bakal menjual dengan merek Covifor. Namun dengan harga jual yang mahal, obat Covid-19 ini menjadi kontroversi di tengah masyarakat. 

Izin distribusi BPOM atas Covifor (Remdesivir) Injection berupa otorisasi penggunaan darurat alias emergency use authorization . Hal ini berarti obat antivirus ini hanya akan didistribusikan kepada rumah sakit saja, tidak ke instansi lain, termasuk tidak dijual di apotek untuk pasar ritel.

Baca Juga: Sudah Lewati Uji Klinis, Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari 2021

Anti virus Remdisivir bakal dipakai untuk pasien Covid-19. Walaupun, keampuhan remdesivir dalam mengobati pasien virus Covid-19 masih memantik banyak tanya.

Salah seorang Penguji Klinik Terapi Covid-19, Dokter Sugeng Ibrahim MBiomed menjelaskan Remdesivir merupakan obat antivirus untuk mencegah keparahan, bukan membunuh atau memecah envelope virus corona, bukan pula obat untuk mengobati cytokine storm atau badai radang yang merusak paru.

“Remdesivir yang tengah dibicarakan banyak orang saat ini sejatinya juga sudah habis masa patennya,” pungkasnya, Minggu (4/10

Remdesivir juga sudah tersedia sejak lama, antivirus ini sudah digunakan untuk mengatasi pandemi ebola beberapa tahun lalu.

Dengan harga jual di kisaran Rp 3 juta per vial/ dosis, sejatinya “Obat anti virus ini hanya menghambat repliksi dari virus corona,” ujarnya menambahkan.(sgr)

Pos terkait