Walikota Keluhkan Minimnya Bantuan Penanganan Covid-19 dari Pemprov Jabar

  • Whatsapp
Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil bersama Walikota Bekasi Rahmat Effendi saat pengecekan hari pertama pemberlakuan PSBB

KanalBekasi.com – Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengapresiasi langkah Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berkantor di Depok guna memantau perkembangan penyebaran Covid-19 yang masih tinggi di Bogor, Depok, Kota dan Kabupaten Bekasi

Walikota yang biasa disapa Pepen ini menyebut suatu hal yang wajar bila Kota Depok mendapat perhatian yang lebih. Kota Depok menurutnya hampir sama seperti Kota Bekasi, semisal penduduknya yang beraktifitas di DKI Jakarta dan Kota tersebut nantinya akan menggelar tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)

Bacaan Lainnya

“Kota Depok memasuki tahapan pilkada, artinya harusnya ada org yg betul-betul ditugaskan dan bertanggung jawab terhadap penanggulangan masalah Covid-19. Kebetulan di depok itu walikotanya  ikut pilkada dan wakilnya jg ikut, ” kata Pepen, Sabtu (3/10)

Baca Juga: Emil: Penerapan PSBB Mikro di Bodebek Efektif Tekan Angka Covid-19

Pepen menyebut hal tersebut menjadi alasan Ridwan Kamil untuk berkantor di Kota Depok. Gubernur, kata Pepen perlu melakukan kegiatan atau berkantor dalam rangka melihat secara langsung perkembangan penanganan penanggulangan Covid-19 yg ada di kota Depok.

Namun menurutnya, seandainya Gubernur ingin melihat juga di daerah Bodebek itu lebih bagus dan fair. Karena bisa melihat langsung ciri-ciri khas daerah-daerah yg menjadi bawahannya dalam menanggulangi persoalan Covid-19.

Usulan pak gubernur ada tim khusus penanggulangan Covid-19 di bodebek supaya langkah penanganan seragam,” Imbuhnya

Pepen menjelaskan sebenarnya penanganan Covid-19 di Bodebek  tidak bisa diseragamka karena pemimpinan itu mempunyai karakteristik, kapabelitas cara memimpin.Kondisi masyarakat di lapangan juga mempengaruhi pengambilan keputusan.

“Kalau untuk mendapatkan sebuah keberhasilan dlm rangka menekan angka kematian insyaallah semua pun juga ingin seperti itu. Artinya kesembuhannya tinggi. Nah kalau harus ada seperti itu yang menjadi kewenangan gubernur siapa saja boleh ditugaskan oleh pak gubernur, ” jelas Pepen

Namun Pepen mengeluhkan minimnya bantuan dari Pemprov Jabar. Selama pandemi hampir 7 bulan ini. Penanganan di Bodebek tidak ada perhatian dari Pemprov Jabar

“Dari Pemprov minim memberikan bantuan,  padahal Kota Bekasi salah satu wilayah terpadat,” tandasnya

Adapun Data Covid-19 di Kota Bekasi pada  Rabu (30/9) mencapai angka kumulatif 3,322 orang. Dengan rincian 3,027 telah dinyatakan sembuh, 184 orang sedang menjalankan perawatan dan 111 orang dinyatakan meninggal.(den)

Pos terkait