Polres Metro Bekasi Kota Petakan Empat Lokasi Rawan Balap Liar

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Polres Metro Bekasi Kota memetakan ada empat titik lokasi rawan di wilayahnya yang kerap digunakan balap liar. Ajang balapan liar kerap menimbulkan kecelakaan yang mernggut korban jiwa.

Kasubbag Humas Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing Andari, mengatakan polisi memetakan empat lokasi yang sering dijadikan arena balap liar ini di antaranya Jalan Ahmad Yani, Bekasi Selatan, Jalan Baru Kranji, Bekasi Barat, Jalan Bulevard Summarecon, dan Jalan Chairil Anwar depan Kantor DPRD Kota Bekasi.

“Itu titik-titik yang sering di jadikan arena balap liar di Kota Bekasi, kami sering melakukan razia rutin ke wilayah tersebut,” ujar Erna, Senin (9/11)

Baca Juga: Kapolda Sebut Kota Bekasi Rawan Kriminalitas

Menurut Erna, kegiatan balap liar seringkali kucing-kucingan dengan aparat. Untuk itu, petugas kepolisian terus melakukan patroli tengah malam di semua lokasi rawan aksi kriminalitas.

“Tugas kami wajib memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga, serta mencegah laka lantas, ganguaan kamtibmas dimalam hari,” tuturnya.

Selain membubarkan balap liar, lanjut Erna, patroli petugas ini bertujuan mencegah gangguan kamtibmas, mencegah dan meminimalisir tindak kejahatan seperti curat, curas maupun curanmor serta kejahatan konvensional lainya.

“Kita juga akan melakukan langkah  preventif pencegahan terjadinya kejahatan dilingkungan masyarakat,” tukasnya.

Sebeumnya Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Nana Sudjana mengatakan selama pandemi Covid-19 terjadi peningkatan angka kriminalitas di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jadetabek).

Angka kriminalitas naik sebanyak 6 persen di Jadetabek. Kriminalitas yang paling banyak terjadi selama pandemic adalah pencurian kendaraan bermotor (curanmor), pencurian dengan pemberatan (curat), dan pencurian dengan kekerasan (curas).

“Terkait curas, curat, curanmor ada peningkatan selama pandemi (Covid-19) ini sebesar 6 persen namun untuk hal pengungkapan kami meningkat, pengungkapan naik 34 persen. Jadi, kejadian ada, tapi pengungkapan cukup tinggi,” pungkasnya.(sgr)

Pos terkait