Seleksi P3K untuk Guru Honorer: Peserta Diberi Tiga Kali Kesempatan

  • Whatsapp
Mendikbud Nadiem Makarim

KanalBekasi.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berkomitmen dan bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan hak para pendidik. Mulai dari rekrutmen guru aparatur sipil negara (ASN), mengembangkan pendidikan, meningkatkan profesionalisme, dan meningkatkan kesejahteraan guru.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dalam siaran persnya menegaskan akan memperjuangkan guru-guru berstatus honorer. Melalui seleksi yang demokratis, para guru yang berstatus non PNS dapat menjadi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). 

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Mendikbud Longgarkan Persentase Penggunaan Dana Bos untuk Pembayaran Guru Honorer

“Kuotanya cukup besar sesuai kebutuhan masing-masing daerah. Kami mohon doa Bapak dan Ibu guru agar semua langkah ini berjalan baik dan lancar,” ucap Nadiem, Jum’at (27/11)

Berbagai kebijakan dijalankan Kemendikbud di masa pandemi ini. Diantaranya, bantuan kuota data internet, fleksibilitas penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), pengalokasian BOS Afirmasi dan BOS Kinerja untuk penanganan Covid-19 di sekolah negeri dan sekolah swasta, bantuan subsidi upah untuk guru dan tenaga kependidikan non-PNS, kurikulum darurat; program Guru Belajar, laman Guru Berbagi, program Belajar dari Rumah di TVRI dan seri webinar masa pandemi.

“Ini sebagai upaya untuk menempatkan profesi guru pada tempatnya yang mulia dan terhormat. Mereka telah mempersembahkan pengorbanan yang besar dalam hal waktu, tenaga, bahkan bagian dari hidupnya sendiri demi murid-muridnya,”terang Nadiem

Tes pelaksanaan seleksi P3K rencananya akan dilakukan pada 2021. Untuk tesnya sendiri akan dilaksanakan secara online. Seluruh guru honorer yang ada bisa mengikuti asalkan sesuai kriteria menjadi peserta. Termasuk yang berusia diatas 35 tahun masih berkesempatan mengikuti. Jadi, ia menegaskan, bahwa tidak ada golongan atau kelompok yang diprioritaskan untuk menjadi P3K pada tahun 2021. Bahkan jika gagal pada tes pertama, bisa mengulang tes kedua dan ketiga. 

“Jadi saya harus merubah pola pikirnya, sudah tidak ada dahulu-dahuluan lagi. Semuanya bisa mengambil, pada 2021, bahkan bukan cuma sekali. Mereka bisa mengambil totalnya tiga kali mengambil, jadi kalau gagal, bisa mencoba lagi,” pungkas Nadiem.(sgr)

Pos terkait