PDAM Tirta Bhagasasi Terapkan Tarif Baru Tahun 2021

  • Whatsapp
PDAM Tirta Bhagasasi saat menggelar Media gathering dengan Media

KanalBekasi.com – Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Bhagasasi segera menyesuaikan tarif penggunaan air pada 2021 mendatang, dikarenakan tarif lama sudah tidak sesuai dan jauh dari harga pokok produksi (HPP). Kepastian didapat setelah penyesuaian tarif baru disetujui oleh Pemerintah Kabupaten Bekasi sebagai pemilik PDAM Tirta Bhagasasi.

Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tirta Bhagasasi, Achmad Sambas, mengatakan bahwa, kepastian penyesuaian tarif baru masih belum diketahui kapan akan diberlakukan. Meski begitu, kenaikan kali ini dinilai tidak signifikan bagi pelanggan rumah tangga.

Bacaan Lainnya

“Untuk waktunya kami masih membahas. Namun tetap di 2021”, tutur Kepala Bagian Hubungan Langganan PDAM Tirta Bhagasasi, Achmad Sambas, pada kegiatan Media Gathering, Jumat (11/12), di Situ Cileunca Pangalengan, Kabupaten Bandung.

Baca Juga: Pemkab dan Pemkot Bekasi Belum Sepakat Soal Pemisahan Aset PDAM

Lanjut Sambas, penyesuaian tarif tersebut dikarenakan semakin bertambahnya biaya operasional dan tingginya permintaan pemasangan saluran air bagi pelanggan baru. Apalagi, penyesuaian tarif ini menjadi yang pertama selama enam tahun terakhir, sejak sekitar 2014 lalu hingga saat ini.

“Selama enam tahun terakhir kami memberlakukan tarif lama, dan itu sudah tidak sesuai dengan HPP. Mau tidak mau, kami harus memberlakukan tarif baru. Sebelumnya sudah pernah diajukan, tapi baru saat ini disetujui”, lanjutnya.

Kendati demikian, Sambas menjelaskan, kenaikan tarif ini tidak signifikan bagi pelanggan rumah tangga. Tarif air hanya naik Rp1.000 per kubik atau dari Rp3.100 menjadi Rp4.100 per kubik. Tarif itu berlaku untuk pelanggan rumah tangga pada 1-10 kubik pertama.

“Jadi kalau semula pelanggan yang memakai air sebanyak 1 sampai 10 kubik itu bayarnya Rp31.000 ditambah administrasi Rp8.000 jadi totalnya Rp39.000. Kalau setelah tarif baru menjadi Rp41.000 ditambah administrasi Rp6.000 jadi Rp47.000”, jelasnya.

Pria yang akrab disapa Sambas ini menambahkan, PDAM Tirta Bhagasasi tetap menerapkan tarif progresif. Jika pada penggunaan 1-10 kubik pertama tarifnya Rp4.100 maka untuk penggunaan 11-21 kubik tarifnya menjadi Rp4.800 per kubik.

“Nah penyesuaian tarif baru terasa signifikan jika pelanggan menggunakan air di atas 21 kubik karena tarifnya menjadi Rp5.600. Tarif progresif ini diberlakukan agar pelanggan senantiasa menghemat air. Namun sejauh ini rata-rata penggunaan air bagi pelanggan di Bekasi relatif aman, sekitar 17 kubik per bulan”, ujarnya.

Sambas mengatakan, 95 persen pelanggan PDAM Tirta Bhagasasi merupakan golongan rumah tangga. Meski begitu, pihaknya tidak menerapkan kenaikan tarif yang signifikan sehingga tidak memberatkan.

“Yang signifikan sebenarnya dari industri, tarifnya dari Rp6.000 menjadi Rp8.000, disesuaikan dengan golongan”, tambah Sambas.

Sementara itu, Kepala Bagian Distribusi PDAM Tirta Bhagasasi, Hendry mengakui penyesuaian tarif ini bukan merupakan kebijakan yang populer mengingat masa pandemi saat ini.

“Penyesuaian tarif diambil untuk memastikan pelayanan air tetap terpenuhi bagi masyarakat Bekasi”, imbuh Hendry.

Menurutnya, penyesuaian tarif telah melalui berbagai pertimbangan matang serta sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 71 tahun 2016 Perhitungan dan Penetapan Air Minum.

“Kebijakkan ini bukan yang baru karena penyesuaian tarif ini sudah kami bahas sejak enam tahun lalu. Artinya proses ini bukan diambil tiba-tiba atau ujug-ujug. Tim teknis harus terus mengembangkan investasi baik dari uang sendiri atau APBD sampai ke APBN”, tegasnya.

Hendry memastikan penyesuaian tarif ini bakal dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan. Lebih dari itu, cakupan wilayah pelayanan pun makin meningkat. Sehingga kualitas air PDAM Tirta Bhagasasi bisa menjangkau seluruh wilayah Bekasi.

“Sampai saat ini cakupan kami baru 50 sampai 60 persen penduduk Bekasi. Sedangkan di luar itu masih banyak yang memohonkan sambungan air sehingga penyesuaian tarif ini dapat membantu merealisasikan permohonan masyarakat lebih luas”, kata Hendry.

Rencananya, PDAM Tirta Bhagasasi bakal berekspansi ke wilayah utara dan selatan Bekasi yang selama ini kerap kesulitan air.

“Semoga dengan penyesuaian tarif kami meningkatkan pelayanan dan menambah cakupan wilayah pelayanan. Daerah utara dan selatan ini masih minim fasilitas air bersih”, pungkasnya. (amg)

Pos terkait