Disdik Jabar Gabungkan Pembelajaran Tatap Muka dan Daring

  • Whatsapp
Ilustrasi: Pelajar Sekolah Dasar

KanalBekasi.com – Sejak Pandemi Covid-19 Maret 2020 tahun lalu, pola pembelajaran diubah dari tatap muka ke sistem daring. Baik pembelajaran tatap muka dan daring memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Namun yang pasti, hampir setahun pembelajaran daring dilakukan terdapat kejenuhan yang melanda para siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

Bacaan Lainnya

Dinas Pendidikan Jawa Barat akan menggabungkan pola belajar jarak jauh dan tatap muka. Menurut Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Dedi Supandi, penggabungan kedua pola belajar itu menanggapi kejenuhan para siswa yang selama ini belajar jarak jauh dampak dari pandemi.

Baca Juga: Aturan Baru PPKM: Operasional Mal Diperpanjang dan Sekolah Tetap Daring

“Sebenarnya di lapangan sudah berjalan, namun nanti akan disempurnakan lagi” ujarnya, Sabtu (13/2)

Dedi menuturkan pihaknya bekerjasama dengan Pesona Edu untuk mengembangkan pola belajar jarak jauh yang lebih menarik namun simpel.

Pesona Edu adalah software yang berisi bahan mata pelajaran Matematika dan Sains untuk tingkat SD, SMP dan SMA. Yang menarik, materi diberikan dalam animasi yang interaktif. Software ini memudahkan guru untuk menerangkan materi yang sulit diajarkan bila hanya mengandalkan lisan atau tulisan.

“Pesona Edu itu milik orang Indonesia dan mengembangkannya di Singapura dan sudah berpengalaman disana mengembangkan belajar daring disana. Belajar daringnya lebih singkat dan banyak menggunakan animasi agar lebih menarik,” ungkap Dedi.

Dedi menjelaskan, hal itu berdasar hasil survey bahwa kemampuan belajar daring bagi para siswa maksimal empat jam per hari. Pola belajar gabungan antara PJJ dan luring itu akan berlangsung selama pandemi dengan sistem bergiliran selama pandemi.(sgr)

Pos terkait