Oknum Lurah Pelaku Pelecehan Seksual Hanya Dihukum Pembinaan

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Babak baru Kasus pelecehan seksual oknum Lurah Pekayon Jaya, RJ terus berlanjut. Pihak Pemkot Bekasi melalui Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) juga telah melakukan pemanggilan.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Humas Pemkot Bekasi, RJ telah dipanggil untuk mengklarifikasi kejadian tersebut. Pihak BKPPD juga akan membina RJ sehingga kejadian tersebut tidak terulang.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: Cabuli ABG 17 tahun, Oknum Pegawai RS Iming-imingi Ilmu Pengasihan

Bagian Humas Setda Kota Bekasi telah berkordinasi dengan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Bekasi terkait pemberitaan media tentang adanya indikasi seorang lurah Kota Bekasi melecehkan pedagang warung kopi, maka kami sampaikan hal-hal sebagai berikut :

1. Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi berdasarkan Surat Panggilan Nomor :863/1631/BKPPD.PKA telah memanggil Sdr. RJ untuk dimintai keterangan;

2. Bahwa keterangan yang disampaikan oleh ybs sesuai dengan Berita Acara Permintaan Keterangan tanggal 4 Maret 2021 kepada pihak Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi, bahwa pemberitaan yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

3. Sdr. RJ menyatakan kedepan akan selalu menjaga kehormatan diri, perilaku sebagai pegawai dan nama baik Pemerintah Kota Bekasi dengan tidak menimbulkan kegaduhan atau isu-isu negatif mengenai dirinya;

4. Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah Kota Bekasi telah melakukan pembinaan kepada ybs berdasarkan Peraturan Wali Kota Bekasi Nomor 16 Tahun 2017 Tentang Kode Etik dan Perilaku Pegawai Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Sebagai informasi kasus pelecehan seksual menimpa ER (24) yang bekerja sebagai pengantar minuman. Saat mengantar minuman tersebut RJ melakukan pelecehan seksual kepada korban dengan mengunci ruangannya dan melakukan hal tak senonoh. Peristiwa itu berujung pada laporan kepolisian sejak 11 Desember 2020 lalu. Hingga saat ini Polres Metro Bekasi masih melakukan pemanggilan kepada sejumlah saksi.(sgr)

Pos terkait