CPNS BPKP Studi Banding ke MPP Kota Bekasi

  • Whatsapp
Mal Pelayanan Publik, Bekasi Junction, Jalan Ir. H Juanda Bekasi Timur

KanalBekasi.com – Keberadaan Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bekasi, terus mendapat apresiasi positif. Salah satunya dari para Calon Aparatur Sipil Nasional (CPNS), Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang sedang mengikuti pendidikan dan pelatihan. Mereka langsung menyambangi dan melihat langsung proses pelayanan itu di pusat perbelanjaan Bekasi Junction, Jalan Ir. H Juanda Bekasi, kemarin.

“Kami ajak 120 calon-calon pamong ini ke Kota Bekasi untuk melihat langsung pelayanan yang diberikan kepada warga di MPP ini,” kata Kepala Subdit Penyelenggaraan Pelatihan Kedinasan Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengawas Arfan Arianto.

Bacaan Lainnya

Dia berharap, ketika melihat langsung pelayanan tersebut, para calon ASN mendapat gambaran terkait tugas yang nantinya mereka jalani.

“Nantinya juga mereka akan menjadi pelayan publik, sehingga penting mengetahui pelayanan seperti apa yang harus diberikan nantinya,” kata Arfan.

Tak sekadar berkeliling melihat pelayanan 30 izin dan nonperizinan yang sudah dilayani di MPP, para calon ASN juga bisa berkonsultasi langsung dengan para petugas pada setiap desk dari sejumlah instansi berbeda.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP), Amit Riyadi mengatakan, kedatangan sejumlah pihak berkunjung atau studi banding ke MPP yang diresmikan belum genap sebulan tersebut, telah sempurna operasionalisasinya.

Ia mengaku, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi demi penyempurnaan pelayanan terhadap masyarakat.

‚ÄúPrasarana pelengkap masih banyak yang harus ditambah, semisal meja juga bangku di ruang tunggu. Selain itu, tentu saja kompetensi para SDM yang harus mampu melayani dengan baik setiap pemohon yang datang,” katanya.

Demi perbaikan layanan yang lebih baik tersebut, Amit telah menyiapkan kotak pelayanan untuk menampung masukan warga atas layanan yang telah diberikan.

Warga lanjut dia, berhak memasukkan koin ke kotak puas atau tidak puas, sesuai pengalaman yang dirasakannya.

“Setiap harinya kami hitung hasil kotak tersebut. Jika ada yang tidak puas, akan terlihat pelayanan apa yang dikeluhkan, nantinya akan dievaluasi supaya ada perbaikan,” demikian Amit.(sgr)

Pos terkait