Hukuman Maksimal Bagi Pelaku Kekerasan Anak

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mencatat jumlah aduan yang diterima KPAI selama 2017 adalah 3.849 kasus. Ketua KPAI,Susanto menilai bahwa kekerasan pada anak merupakan kejahatan luar biasa (extraordinary crime) maka yang membutuhkan penanganan serius untuk memberikan hukuman maksimal terhadap pelaku kejahatan anak.

“Publik juga banyak berpartisipasi memberikan edukasi dan advokasi,”  kata Susanto

Dia juga menambahkan bahwasanyya jenis kekerasan kepada anak juga semakin berkembang dengan berbagai macam kasus baru. “Kami sudah meminta aparat penegak hukum untuk memberikan hukuman maksimal bagi pelaku kejahatan terhadap anak,” tambahnya.

Hal ini juga sesuai dengan pengaturan Pasal 13 ayat (1) undang-undang nomor 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak. Sebagaimana yang telah diubah oleh undang-undang noomor 35 tahun 2014, tentang perubahan atas undang-undang 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak yang menyatakan bahwa, setiap anak selama dalam pengasuhan orang tua, wali, atau pihak lain mana pun yang bertanggung jawab atas pengasuhan, berhak mendapat perlindungan dari perlakuan:

  1. diskriminasi;
  2. eksploitasi, baik ekonomi maupun seksual;
  3. penelantaran;
  4. kekejaman, kekerasan, dan penganiayaan;
  5. ketidakadilan; dan
  6. perlakuan salah lainnya.

Menurut yurisprudensi, yang dimaksud dengan kata penganiayaan yaitu sengaja menyebabkan perasaan tidak enak (penderitaan), rasa sakit, atau luka. Contoh “rasa sakit” tersebut misalnya diakibatkan mencubit, mendupak, memukul, menempeleng, dan sebagainya.

Pasal yang Menjerat Pelaku Penganiayaan Anak

Menjawab pertanyaan Anda, pasal tentang penganiayaan anak ini diatur khusus dalam Pasal 76C UU 35/2014 yang berbunyi:

Setiap Orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan Kekerasan terhadap Anak.

Sementara, sanksi bagi orang yang melanggar pasal di atas (pelaku kekerasan/peganiayaan) ditentukan dalam Pasal 80 UU 35/2014:

(1)  Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76C, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp72.000.000,00 (tujuh puluh dua juta rupiah).

(2)  Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1) luka berat, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

(3)  Dalam hal Anak sebagaimana dimaksud pada ayat (2) mati, maka pelaku dipidana dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan/atau denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah). 

(4)  Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2), dan ayat apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.(sgr/net)

Pos terkait