Pelaku Tindak Pidana Anak-anak Meningkat, KPAI : Ada Kesalahan Pola Asuh

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Kekerasan dan tindak pidana yang dilakukan anak-anak di bawah umur semakin marak di Jakarta.

Beberapa contoh kasus menggambarkan bagaimana sikap brutal dengan pelakunya adalah anak, kini semakin menjadi, mulai dari bullying, pemerkosaan, bahkan pembunuhan berencana.

Kasus pembunuhan seperti dilakukan sekelompok remaja yang masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Ciracas, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu misalnya. Kasus tersebut bermula dari ketegangan di media sosial dan faktor dendam, para remaja itu tega menghabisi dua nyawa remaja lain.

Wakil Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Komisioner Bidang Pengasuhan Rita Pranawati mejelaskan, kekerasan yang dilakukan anak di bawah umur menjadi sebuah gambaran bagaimana pentingnya pola asuh yang benar di dalam lingkungan keluarga.

“Bicara soal faktor sangat banyak yang bisa mempengaruhi anak berperan sebagai pelaku kekerasan, tapi balik lagi ini tidak lepas dari pola asuh serta lingkungan si anak ini,” kata Rita.

Ia menjelaskan, kerap orangtua salah dalam menerapkan pola asuh kepada anak. Mungkin terlalu pasif dalam memperhatikan pertumbuhan anak, sehingga tidak membangun kedekatan secara emosional antara orangtua dan anak.

Orangtua hanya menuntut anak untuk rajin belajar dan patuh pada aturan tetapi, tanpa ada keterlibatan, seperti memberikan contoh atau membantu anak dalam belajar.

Beberapa kasus dikemukakan Rita yakni, tentang aksi bullying terhadap siswi SMP di daerah Thamrin City, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada akhir 2017. Kejadian itu dinilai menjadi fenomena yang miris.

“Mereka ini sadar melakukan prilaku itu karena direkam kan, artinya ada satu kebanggan saat mereka melakukan itu dalam arti negatif. Ini pasti ada unsur pengaruh entah dari mana yang membuat mereka berpikir semakin ekstrem semakin banyak yang menonton,” ucap Rita.(sgr)

Pos terkait