Proyek PL PUPR Kota Bekasi, Didominasi Kontraktor Luar

  • Whatsapp
ilustrasi

KanalBekasi.com – Sebanyak 3000 kegiatan proyek Pengadaan Langsung (PL) Tahun 2018, dikerjakan para kotraktor berdomisili diluar Kota Bekasi.

Gabungan kontraktor yang tergabung disejumlah asosiasi pengusaha konstruksi setempat, mengeluhkan sikap pemerintah daerah, yang dinilai tidak memperhatikan hajat hidup warganya sendiri.

Pengurus Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi, menyebut, proyek PL yang nilainya tidak lebih dari Rp 200 juta tersebut, bukannya diberikan kepada kontraktor lokal di Kota Bekasi, namun justru diberikan kepada para kontraktor yang domisili usahanya di DKI Jakarta.

Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Bekasi Bidang Infokom dan Promosi, Sahat P Ricky Tambunan menilai, Pemkot Bekasi tidak fair, dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Panataan Ruang(PUPR), terkait proyek penunjukan langsung tersebut.

“Bayangkan, ada sebanyak 3000 proyek pengadaan barang di dinas PUPR saja, tapi hampir semua dibagikan kepada para kontraktor dari Jakarta. Lalu bagaimana dengan kontraktor lokal yang nota bene adalah warganya sendiri, masa mau cari makan di kotanya sendiri saja dipersulit?,” kata dia, Rabu (7/3).

Ricky pun mengatakan, pernyataannya itu didasari bukti. Bahkan, Ia pun mengetahui nama-nama kontraktor Jakarta yang telah mendapatkan proyek pengadaan PL dari Dinas PUPR Kota Bekasi.

“Saya tahu beberapa kontraktor yang sudah mendapat proyek tersebut. Salah satunya yang mendapatkan proyek itu adalah ketua asosiasi kontraktor diluar Kota Bekasi,” bebernya.

Tak hanya itu, menurut Ricky, proyek penunjukan langsung juga bukan asal comot. Dinas terkait, lanjut dia, seogyanya mengumumkan lebih dulu jumlah proyek penunjukan langsung tersebut, kemudian rekanan mengajukan minat.

“Bukan seperti ini, terkesan KKN nya. Pekerja proyek PL, merupakan orang tertentu yang sudah binaan dinas,” ujar Ricky kesal.
Ricky berharap pemerintah bisa menyikap hal ini dengan baik. Ia juga mengatakan, mendapat informasi bahwa pemkot Bekasi lebih memilih perusahaan kontraktor dari Jakarta tersebut lantaran, mereka mempunyai kekuatan financial lebih dari kontraktor lokal.

“Tapi jangan begitu dong, karena mereka uangnya lebih kuat, lantas warga sendiri ditinggalkan begitu saja, tidak diberi kesempatan untuk mendulang rezeki,” keluhnya.(hng)

Pos terkait