Soal Anggaran Publikasi, Humas Setda Pemkot Bekasi Tidak Transparan

  • Whatsapp
ilustrasi

KanalBekasi.com – Cukup fantastis anggaran kerjasama publikasi di Humas Setda Kota Bekasi, yakni senilai Rp 1,5 miliar. Sayangnya anggaran yang digelontorkan lewat APBD tahun 2018, dinilai tidak transparan pengelolaannya, sehingga membuat tanda tanya oleh kalangan wartawan.

Mereka mempertanyakan media yang selama ini telah diakomodir Humas untuk kegiatan publikasi pemberitaan. Sulitnya memperoleh informasi dari para pejabat Humas tentu tidak berbanding lurus dengan penghargaan atas pengelolaan dan keterbukaan informasi yang telah diterima Humas selama ini.

Salah seorang wartawan media online, Digan mempertanyakan anggaran kerjasama publikasi kepada humas.

Menurut Dia, perusahaan medianya selama ini tak pernah mendapat kesempatan kerjasama melalui pemberitaan advertorial maupun dalam bentuk iklan kegiatan sosialisasi.

Sedangkan, bagi wartawan yang memiliki kedekatan emosional dengan pemangku kebijakan di humas, bukan sesuatu hal yang sulit. Bahkan, saking dekatnya, kerjasama itu kadang ditawarkan.

Ditengarai ada patgulipat terhadap anggaran kerjasama publikasi oleh humas.

“Saya selama ini belom pernah loh bu, menjalin kerjasama dengan Humas,” kata Digan.

Berbeda dengan Digan, salah seorang wartawan media online, Sugeng ditawarkan Rp 2 juta, untuk publikasi iklan HUT Kota Bekasi.

Menurut Dia, humas membeda-bedakan besaran anggaran kerjasama antara media online  yang satu dengan yang lain.

“Loh koq Cuma Rp 2 juta. Sedangkan yang lain Rp 10 juta,” tanya Sugeng.

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sayekti Rubiyah berkilah bahwa, anggaran kerjasama publikasi media sudah habis.

Namun, Yekti enggan menjelaskan lebih jauh berapa anggaran yang telah diserap untuk kepentingan publikasi di media.

“Kalau advertorial dan iklan untuk HUT Kota Bekasi, anggarannya sudah habis,” katanya kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya.

Yekti sempat menyatakan anggaran kerjasama HUT Kota Bekasi telah habis, namun Ia seolah tidak konsisten, karena akhirnya memberikan sebesar Rp 10 juta, untuk publikasi dalam bentuk iklan.

“Tuh kalau mau ada anggaran iklan, tapi cuma Rp 10 juta doang,” tutup Yekti.(sgr)

 

Pos terkait