Dewan Pendidikan Temukan Fasilitas Prokes di Sekolah Belum Lengkap  

  • Whatsapp
Foto: Ketua Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Ali Fauzie meninjau pelaksanaan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP) di SMP Negeri 3 Bekasi, Jalan KH. Agus Salim, Bekasi Timur, Kamis (25/3)

KanalBekasi.com – Dewan Pendidikan Kota Bekasi (DPKB) meninjau pelaksanaan Adaptasi Tatanan Hidup Baru Satuan Pendidikan (ATHB-SP)  hari kelima  di SMPN 3 Bekasi, Jalan KH. Agus Salim, Bekasi Timur, Kamis (25/3). Dalam kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) tersebut, pengurus DPKB menemukan fasilitas protokol kesehatan (prokes) yang belum sepenuhnya terpenuhi.

“Penerapan protokol kesehatan dilingkungan sekolah harus dilaksanakan secara ketat. Dan kami melihat secara langsung dilapangan, masih ada beberapa fasilitas protokol kesehatan yang perlu dilengkapi lagi, seperti sanitizer yang belum ada diruang guru. Meskipun sebagian besar fasilitas protokol kesehatan yang lain sudah terpenuhi,” ungkap Ali Fauzie.

Bacaan Lainnya

Baca Juga: ATHB Kota Bekasi Diperpanjang Hingga 2 Februari

Menurut dia, rekomendasi ATHB-SP yang dikeluarkan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, sejatinya telah memenuhi proses persyaratan yang ketat. Hal itu bertujuan, agar tidak terjadi kluster baru dalam penyebaran covid-19 khususnya dilingkungan sekolah.

Ia juga berharap, para guru menjadi contoh dan selalu mengingatkan kepada peserta didiknya, agar terus disiplin menerapkan protokol kesehatan ketika berada dilingkungan sekolah maupun ditempat tinggal mereka.

“Untuk mencegah penyebaran covid-19, warga sekolah harus tetap dIsiplin menjalankan protokol kesehatan yakni dengan 5M. memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan.  Supaya jangan lagi kluster baru pasca pelaksanaan ATHB-SP,” imbuhnya.

Hasil monev pelaksanaan ATHB-SP yang dilakukan Dewan Pendidkan ini, nantinya akan ditindaklanjuti melalui surat rekomendasi kepada Walikota Bekasi.

“Kami (dewan pendidikan,red) akan memberi rekomendasi kepada Walikota Bekasi terhadap proses pelaksanaan ATHB-SP,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala SMPN 3 Bekasi, Soleh mengatakan, ATHB-SP ini, dilakukan sebanyak tiga rombongan belajar (rombel), sesuai rekomendasi izin yang dikeluarkan DInas Pendidikan.

“Yang mengikuti ATHB-SP hari ini sebanyak 21 peserta didik dalam satu rombelnya. Kali ini yang mengikuti adalah kelas 8. Dan kami hanya melakukan kegiatannya satu shift saja,” ujar Soleh kepada pengurus Dewan Pendidikan Kota Bekasi.

Dijelaskan Soleh, sebagian besar orangtua murid menginginkan, agar kegiatan ATHB-SP tidak hanya dilakukan dalam satu hari. Pasalnya, ketersediaan ruang belajar di SMPN 3 Bekasi, mencukupi untuk melaksanakan kegiatan belajar secara tatap muka setiap hari.

Meski begitu lanjut Soleh, pihaknya hanya mengikuti aturan yang telah ditetapkan Pemerintah Kota Bekasi, melalui rekomendasi izin yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.

“Saat kami (pihak sekolah.red) meminta tanggapan dari para orangtua mengenai kegiatan ATHB ini, orangtua murid banyak yang memberi masukan supaya pelaksanaan tatap muka bisa dilakukan setiap hari,” katanya.(bph)

Pos terkait