Pelaku Pengedar Tembakau Sintesis Beromset Rp 15 Milliar Ditangkap

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Polisi telah menangkap produsen tembakau sintetis yang memasarkan produknya di media sosial.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menerangkan produk tersebut disebut membahayakan kesehatan. Para pelaku berasal dari Pandeglang, Bogor, maupun Bandung.

Bacaan Lainnya

“Jadi untuk aktor utamanya yang berinisial G ini tidak bertemu langsung dengan bawahannya ini, melainkan dia mengendalikan semuanya menggunakan media sosial dan grup di media sosial, jadi tidak bertemu, ” ungkapnya, Senin (31/5)

Baca Juga: Polsek Pondok Gede Amankan 2 Pengedar Tembakau Sintesis

Terkait dengan bagaimana sistem pembuatan dan pengambilannya, menagih bayaran hingga mengirimkan paket tersebut semuanya sesuai lewat online.

Lebih lanjut, Yusri menjelaskan para pelaku ini mengemas tembakau sintetis dan menjualnya dengan beragam harga mulai dari ratusan hingga jutaan rupiah.

“Per paket seperti ini saja ini paket kecil beratnya 10 gram dijual dengan harga Rp 800 ribu, kemudian ada paket lain yang dikemas dengan berat 20 gram, 25 gram yang dijual dengan harga Rp1.750.000. Ada juga kemasan 100 gram yang dijual seharga Rp5,5 juta di akun media sosialnya ini. Nanti untuk pembayarannya itu ada dua cara itu bisa transfer atau cash melalui kaki tangannya ini,” sambungnya.

“Itu harga jualnya, sementara untuk 185 kilogram paket yang disita ini kalau dihitung per paketnya bisa seharga Rp14-15 miliar. Kalau dari hasil pemeriksaan para tersangka ini, mereka mengaku satu hari dapat membuat 20 kilogram tembakau sintetis yang kalau dirupiahkan, 10 gram senilai Rp800 ribu maka totalnya bisa Rp240 juta,” terang Yusri.

Yusri menyebut, pihaknya akan terus berupaya untuk menggali peredaran dan produksi tembakau sintetis ini sampai dengan selesai. Lantaran, banyak sekali masyarakat terutama anak muda yang dirugikan akibat tembakau sintetis ini.

Ia juga meminta kepada masyarakat yang mengetahui produksi tembakau sintetis seperti ini agar melaporkan ke pihak berwajib, agar dapat segera ditindak dan dibongkar.

“Ini jelas masih banyak sekali aktornya di luar sana, sampai dengan lubang tikus pun akan dikejar, karena saya juga belum menghitung berapa orang yang dirugikan dari barang haram ini. Kami juga mohon kepada masyarakat yang mengetahui home industry seperti ini agar melapor ke kami, karena terus terang ini sangat merusak,” pungkasnya.(sgr)

Pos terkait