PPKM Level 4 Kota Bekasi: Belajar 100 Persen Daring

  • Whatsapp
Pemkot Bekasi terus melakukan sosialisasi penerapan PSBB

KanalBekasi.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian telah mengeluarkan kebijakan terbaru yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4 Covid 19.

Kota Bekasi resmi terapkan PPKM Level 4 untuk menanggulangi pandemi COVID-19. Hal ini menyusul Menteri Dalam Negeri (
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan bahwa dirinya menginginkan wilayah yang dia pimpin masuk dalam level 1 dalam penerapan PPKM yang terbaru.

Bacaan Lainnya

“Kota Bekasi masuk level 4, makanya kita lihat, level 4 berat ya, pengennya si level 1,” katanya, Rabu (21/7)

Baca Juga: Langgar PPKM Darurat, Manajer dan Pimpinan Perusahaan Jadi Tersangka

Menurutnya kegiatan masyarakat yang masuk dalam wilayah PPKM Level 4 akan lebih banyak berkegiatan di dalam rumah. Namun sejumlah sektor esensial tetap buka 100 persen.

“PPKM level 4 mengharuskan kegiatan belajar mengajar 100 persen daring, sektor non esensial kerja di rumah 100 persen, makan hanya pesan antar, warung lapak diizinkan buka dengan prokes ketat diatur oleh pemda,” katanya.

Walikota juga akan berkordinasi dengan pihak terkait mengenai Kota Bekasi masuk dalam PPKM Level 4.

Selama PPKM Darurat, terangnya pihaknya juga sudah menutup sementara Mall, fasilitas umum, dan mentiadakan kegiatan sosial.

“Nanti dirapatkan rumusannya, PPKM Darurat sudah kita lakukan, mall ditutup sementara kecuali akses ke toko obat saja dibuka, fasilitas umum ditutup sementara, tempat ibadah tidak diberlakukan berjamaah, kegiatan sosial budaya seni ditiadakan sementara, transportasi umum dibatasi,” tukasnya

Sebalumnya Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali resmi diperpanjang hingga tanggal 26 Juni 2021.

Hal itu dikatakan Presiden RI Joko Widodo dalam keterangan persnya secara virtual, Selasa (20/7)

“Kami selalu memantau, memahami dinamika di lapangan dan juga mendengar suara-suara masyarakat yang terdampak dari PPKM. Maka itu, jika trend kasus mengalami penurunan, maka tanggal 26 Juli 2021 pemerintah akan melakukan pembukaan secara bertahap,” kata Jokowi, Selasa (20/7).

Saat penerapan PPKM Darurat Jilid II selama 5 (Lima) hari mendatang, Jokowi menyampaikan jika pasar tradisional yang menjual kebutuhan pokok sehari-hari diizinkan buka hingga pukul 20.00 dengan kapasitas pengunjung 50 persen.

Aturan lainnya mengatakan Pasar tradisional yang tidak menjual kebutuhan pokok hanya diizinkan buka sampai pukul 15.00 dengan kapasitas maksimal 50 persen.

Sedangkan pelaku usaha kecil seperti pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet, pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel dan toko maupun sejenis diizinkan buka sampai pukul 21.00.(sgr)

Pos terkait