Mahasiswa Unisma Pertanyakan Transparansi Dana Wisuda Daring

  • Whatsapp

KanalBekasi.com – Universitas Islam “45” Bekasi akan mengadakan Wisuda Online XLII pada, Sabtu (6/11).Namun hal tersebut mendapat kritikan pedas dari sejumlah mahasiswa yang hendak mengikuti perhelatan tersebut.

Salah satu Mahasiswa kampus tertua di Bekasi, Faly Marlian mengatakan adanya dugaan penggelapan dana wisuda yang dilakukan pihak kampus itu sendiri. Dikatakan dia, hal itu terjadi ketika mahasiswa yang sudah menyelesaikam masa belajar nya dan hendak mengikuti wisuda, dimintai anggaran sebesar Rp 1,7 jt.

Bacaan Lainnya

“Awalnya sebelum pandemi kita mahasiswa yg hendak mengikuti wisuda dimintai uang pendaftaran sebesar Rp 1,7 jt, saya pikir itu hal yang wajar karena wisuda seperti biasa (offline). Namun dengan adanya pandemi, perhelatan sakral ini jadi tertunda berlarut-larut, dan pada akhirnya pihak rektorat memutuskan wisuda diselenggarakan online karena melihat kondisi dan situasi,”ungkapnya, Kamis (5/8)

Baca Juga: Data PPDB SMA Bermasalah, Dewan Pendidikan Minta Penjelasan KCD

Namun Faly Marlian yang juga Mahasiswa Ilmu Komunikasi menambahkan bahwa dirinya dan para alumni yang belum diwisuda justru hanya mendapatkan kompensasi biaya sebesar Rp 300ribu. Itupun dia beranggapan bahwa pihak kampus tidak rasional dan tidak manusiawi.

“Saya dihubungi pihak penyelenggara, bahwa mahasiswa diberikan keringanan biaya wisuda hanya sebesar Rp 300ribu, dan itu diakui panitia yang menelpon saya untuk digunakan membeli paket data yang diperuntukkan untuk wisuda online nanti. Apalagi ini ekonomi warga dan masyarakat sedang terganggu akibat pandemi covid-19,”katanya.

Diapun menyatakan pihak Universitas Islam “45” Bekasi dalam hal ini panitia penyelenggara tidak melakukan transparansi anggaran dana wisuda kepada mahasiswanya. Padahal hal tersebut sudah diatur dalam Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik No.14 tahun 2008.

“Padahal saya kuliah di kampus ini, dan nama sayapun tercatat di Departemen Pendidikan Tinggi (DIKTI). Tapi masa mau ketemu pimpinan universitas saja untuk berdiskusi sulit sekali, dan pihak kampus pun tidak bisa menjelaskan transparansi anggaran wisuda,”katanya kesal.

Terpisah. Ketika ditemui Faly Marlian, Arif selaku ketua penyelenggara wisuda mengatakan tidak bisa melaksanakan transparansi anggaran wisuda tersebut. Dikarenakan harus melakukan perhitungan secara umum.

“Ya tidak bisa mas, itu kan kita harus lakukan penghitungan secara global. Mas nya pun kalau tidak mau daftar wisuda online tidak dipermasalahkan,”tutupnya. (red)

Pos terkait