BMKG: Sudah Delapan Kali Gempa Besar Rusak Selat Sunda

  • Whatsapp
Kepala BMKG Dwikora Karnawati

KanalBekasi.com – Gempa berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang Banten pada Jumat (14/1) pukul 16.05 WIB. Getaran terasa hingga wilayah Jabodetabek. Badan Meteorologi dan geofisika menyebut, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Pusat gempa ada di 52 km Barat Daya Kecamatan Sumur, Banten, di kedalaman 10 km.

“Tidak berpotensi tsunami,” tulis akun Twitter BMKG. Hanya, BMKG mengingatkan potensi lindu susulan. “Hati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi,” kata BMKG.

Bacaan Lainnya

Menurut Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, gempa terjadi mulai periode 1851 hingga Agustus 2019, sebelum gempa 6,7 M mengguncang pada Jumat (14/1). Catatan sejarah memperlihatkan telah terjadi delapan kali gempa berkekuatan besar yang merusak sekitar Selat Sunda, Banten

“Perlu kami sampaikan berdasarkan catatan sejarah kegempaan, sejak 1851 hingga 2019, telah terjadi beberapa kali gempa bumi di wilayah tersebut,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers

Dia memerinci gempa kuat di sekitar Teluk Betung dan Selat Sunda menyebabkan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter pada Mei 1851. Namun, tidak ada laporan berapa kekuatannya. Kemudian, gempa yang juga tidak diketahui kekuatannya menyebabkan tsunami kecil pada 9 Januari 1852.(sgr)

Pos terkait