Keaslian Berkas Calon Peserta Didik Tidak Ditentukan Sekolah

  • Whatsapp
Foto: Kepala KCD Wilayah III Jabar, Asep Sudarsono bersama Pengurus Dewan Pendidikan Kota Bekasi, usai menggelar sosialisasi PPDB SMA/SMK/SLB tahun ajaran 2022 di Kantor Dewan Pendidikan, Jalan Mangga Raya, Perumnas I Bekasi, Kamis (9/6).

KanalBekasi.com – Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD)Wilayah III Jawa Barat, Asep Sudarsono mengatakan bahwa satuan pendidikan tidak punya kewenangan untuk memastikan keaslian berkas data calon peserta didik.

“Memang kalau untuk memastikan keaslian data, seperti kartu keluarga kewenangan adalah Disdukcapil, sertifikat olahraga yang mengeluarkan KONI, surat perpindahan tugas orangtua dikeluarkan oleh instansi tempat bekerja orangtua, keluarga tidak mampu merupakan kewenangana dinas sosial, bukan kewenangan kami. Kami pihak sekolah hanya menerima kelengkapan administrasi berkas yang menjadi syarat pelaksanaan PPDB Jabar. Tapi, semoga tidak ditemukan berkas yang tidak valid,” ungkap Asep, saat pemaparan pelaksanaan PPDB SMA/SMK/SLB tahun 2022, di Kantor Dewan Pendidikan Kota Bekasi, Jalan Mangga Raya, Perumnas I Bekasi, Kamis (9/6) kemarin.

Bacaan Lainnya

Kepala KCD Wilayah III Jabar Sosialisasi PPDB SMA, SMK dan SLB Sendirian

Menurut Asep, setiap orangtua tentu ingin melakukan yang terbaik bagi anaknya. Apalagi menyangkut soal pendidikan.

“Orangtua akan melakukan apa saja demi anaknya, apalagi soal pendidikan. Tapi kami berharap, yang dilakukan orangtua untuk anak mereka tidak bertentangan dengan hukum. Karena itu, surat mutlak pernyataan dari orangtua wajib dilampirkan sebagai bukti keabsahan dari berkas-berkas yang di upload,” katanya.

Hingga saat ini belum ditemukan adanya data yang dianggap tidak valid (palsu,red). Meski begitu pihaknya tetap akan mengantisipasi, agar hal tersebut tidak terjadi.

Instruksi KCD Wilayah III, Kepala SMA dan SMK Negeri Tidak Boleh Lakukan Pungutan

“Pelaksanaan PPDB online tahun ini sedikit berbeda dengan tahun kemarin. Kalau sekarang, jika masih ada waktu maka petugas langsung melakukan verifikasi data calon peserta yang masuk. Dan tidak harus menunggu sampai masa pendaftaran ditutup baru verifikasi berkas. Dan jika ditemukan data calon peserta yang tidak valid, maka sistem langsung menolak,” katanya.

Menurut dia, keuntungan melakukan verifikasi data di awal masa pendaftaran, agar tidak merepotkan para petugas verifikasi. Sebab, jika verifikasi berkas calon peserta dilakukan diakhir masa pendaftaran, di khawatirkan dapat memakan waktu lama.

“Kalau masih ada waktu, berkas data calon peserta didik langsung di verifikasi oleh petugas,” ujarnya.

Asep mengimbau kepada seluruh calon pendaftar, agar mengikuti informasi yang telah dipublikasikan melalui media sosial atau di satuan pendidikan tujuan.

“Semua informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan PPDB Jabar sudah kami sosialisasikan dan publikasi melalui media sosial, pemberitaan, sekolah asal maupun sekolah tujuan. Jangan sampai anak usia belajar tidak bisa sekolah,” (boy)

Pos terkait