Adelia Soroti Pentingnya Kesehatan Mental dan Dukungan Sosial Bagi Generasi Muda

Sabtu, 2 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

KanalBekasi.com  – Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menekankan pentingnya kesehatan mental dan dukungan sosial bagi generasi muda saat ini. Dalam resesnya yang digelar baru-baru ini, Adelia menyuarakan keresahannya tentang tingginya tekanan mental yang dihadapi oleh anak-anak muda di tengah arus informasi yang masif serta minimnya fasilitas yang memadai untuk menangani isu ini.

“Kesehatan mental itu perlu perhatian serius, terutama untuk generasi muda yang kini menghadapi tekanan yang berbeda dari generasi sebelumnya,” ujar Adelia. Ia menyinggung bahwa generasi ini sering disebut sebagai “generasi stroberi” karena dianggap rentan dan mudah terdampak oleh tekanan mental dan emosional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Adelia mengungkapkan bahwa dirinya secara pribadi sangat peduli pada isu ini dan berharap ada kerjasama dari berbagai pihak, termasuk rumah sakit dan fasilitas kesehatan masyarakat (faskes). “RSUD sudah menerima pasien dengan BPJS, tetapi persoalannya tidak hanya pada layanan formal seperti rumah sakit. Yang lebih dibutuhkan adalah ruang untuk mendengarkan,” tambahnya.

Menurut Adelia, inti dari kesehatan mental adalah ketersediaan dukungan sosial bagi individu yang mengalami masalah. “Anak-anak muda butuh tempat untuk mencurahkan isi hati mereka. Namun, sering kali mereka takut dianggap lemah atau justru mendapatkan tanggapan negatif dari teman-temannya,” jelas Adelia.

Ia juga menggarisbawahi bahwa persoalan kesehatan mental memerlukan interaksi langsung dan tidak bisa sepenuhnya diatasi dengan metode daring. “Banyak hal yang tidak bisa disampaikan lewat pesan atau panggilan. Kita butuh tatap muka, pertanyaan terbuka, dan keterlibatan langsung,” katanya.

Menyebut kasus baru-baru ini terkait siswa SMA yang mengakhiri hidupnya, Adelia menilai hal ini merupakan tanda bahwa anak-anak muda tidak memiliki wadah yang aman untuk berbicara tentang beban mereka. “Saya prihatin. Semoga di Komisi IV ini, kami bisa mengupayakan program untuk memberi dukungan langsung pada mereka,” ujarnya.

Selain itu, Adelia juga menekankan bahwa kesehatan mental harus menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah maupun masyarakat. “Kita punya kewajiban untuk menggandeng anak-anak ini. Jangan biarkan mereka terjebak dalam dunia mereka sendiri tanpa dukungan.”

Ketika ditanya apakah kesehatan mental akan menjadi prioritas dalam agenda komisi, Adelia mengakui bahwa masih ada banyak program yang perlu diutamakan, seperti perbaikan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Namun, ia berharap isu kesehatan mental bisa masuk dalam daftar prioritas setelah beberapa program pendidikan tersebut berjalan.

Adelia sendiri memiliki organisasi bernama RPA PP yang fokus pada isu-isu kesejahteraan sosial, termasuk kesehatan mental. Menurutnya, langkah awal dalam upaya mendukung kesehatan mental adalah melalui edukasi masyarakat agar mereka lebih peka terhadap isu ini dan tidak memandang rendah masalah kesehatan mental.

Namun, Adelia juga mengingatkan bahwa tantangan kesehatan mental bukan satu-satunya masalah yang mendesak di Kota Bekasi. Ia menyoroti tingginya angka kekerasan seksual, termasuk kasus pedofilia, yang menjadi masalah serius di wilayahnya. “Kasus seperti ini sangat memprihatinkan dan harus ditangani dengan cepat. Saya berencana menggandeng lembaga seperti KPAI untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kasus kekerasan anak,” paparnya.

Baru-baru ini, seorang anak menjadi korban pelecehan, dan hingga saat ini pelaku belum tertangkap. Adelia mengaku sangat terganggu dengan kasus tersebut dan menilai bahwa sosialisasi mengenai perlindungan anak perlu lebih digencarkan.

Dia juga mengingatkan pentingnya adanya payung hukum dan fasilitas pendampingan bagi korban kekerasan, khususnya anak-anak. Menurutnya, selain kesehatan mental, keamanan dan perlindungan anak-anak juga harus menjadi fokus pemerintah kota dalam memastikan kesejahteraan generasi muda.

Adelia berharap bahwa setelah menyelesaikan beberapa isu terkait pendidikan dan infrastruktur, perhatian pada kesehatan mental danperlindungan anak dapat lebih difokuskan. “Kami ingin memberikan yang terbaik bagi masyarakat Kota Bekasi, terutama generasi muda yang akan menjadi penerus di masa depan,” ujarnya menutup pembicaraan.

Dengan keterlibatannya dalam Komisi IV, Adelia berjanji akan berupaya sebaik mungkin agar Kota Bekasi menjadi tempat yang aman dan mendukung bagi semua warganya, baik dari segi fisik, mental, maupun sosial. (Adv)

Berita Terkait

Polda Metro Jaya Amankan Sabu dan Ratusan Ekstasi di Jakarta Barat
Pedagang yang Acungkan Golok ke Wali Kota Saat Penertiban PKL Minta Maaf
Pasien BPJS PBI Tidak Boleh Ditolak Saat Jalani Cuci Darah
Permenkes nomor I Tahun 2026 Wajibkan Faskes Layani Masyarakat Saat Krisis kesehatan
Resmi Dibuka, SMB 2 Hadirkan Konsep Rooftop Sport Pertama di Indonesia
Wali Kota Bekasi dan Forkopimda Hadiri Rakornas 2026
Pertamina Rilis Harga BBM Terbaru di Sejumlah Daerah
Siloam Hospitals Lippo Cikarang Grand Opening Wajah Baru Layanan Rehabilitasi Medik

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 13:03 WIB

Polda Metro Jaya Amankan Sabu dan Ratusan Ekstasi di Jakarta Barat

Senin, 9 Februari 2026 - 17:26 WIB

Pedagang yang Acungkan Golok ke Wali Kota Saat Penertiban PKL Minta Maaf

Minggu, 8 Februari 2026 - 19:20 WIB

Pasien BPJS PBI Tidak Boleh Ditolak Saat Jalani Cuci Darah

Kamis, 5 Februari 2026 - 13:01 WIB

Permenkes nomor I Tahun 2026 Wajibkan Faskes Layani Masyarakat Saat Krisis kesehatan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:55 WIB

Resmi Dibuka, SMB 2 Hadirkan Konsep Rooftop Sport Pertama di Indonesia

Berita Terbaru

BPJS harus menyikapi persoalan hutangnya ke Rumah sakit

HEADLINE

Pasien BPJS PBI Tidak Boleh Ditolak Saat Jalani Cuci Darah

Minggu, 8 Feb 2026 - 19:20 WIB