KanalBekasi.com – Kementerian Kesehatan meminta para jemaah haji Indonesia untuk waspada terhadap cuaca panas di Arab Saudi. Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan PPIH Arab Saudi dr. Mohammad Imran mengatakan suhu udara tertinggi siang di Madinah rata-rata bisa mencapai 45 derajat celsius.
“Mengantisipasi masalah kesehatan, pemerintah RI telah menyediakan berbagai logistik obat-obatan dan perbekalan kesehatan untuk jemaah haji Indonesia,”kata Imran, Senin (12/5)
Selain itu Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) mendistribusikan satu box oralit dan masker disposible untuk masing-masing jemaah haji yang akan dibagikan oleh Tenaga Kesehatan Haji Kloter (TKHK).
Pemberian logistik kesehatan personal jemaah kepada TKHK dimaksudkan untuk meringankan jamaah haji di dalam membawa keperluan pribadinya.
Imran mengatakan upaya preventif dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit menular dan dehidrasi di tengah cuaca panas ekstrem Arab Saudi.
“Untuk enggantikan cairan tubuh yang hilang akibat aktivitas fisik dan suhu tinggi. Sementara itu, masker dibagikan untuk mencegah penularan infeksi virus serta melindungi saluran pernapasan jemaah dari debu dan polusi Udara,” tukasnya
Sebagai nformasi data Kementerian Kesehatan pun mencatat bahwa penyakit jemaah haji tahun 2018-2024 antara lain penyakit pneumonia, ISPA, serangan jantung, dan stroke merupakan faktor risiko terbanyak jemaah haji di Arab Saudi. Oleh karena itu, masker dan oralit sebagai bagian upaya pencegahan penularan penyakit dan polusi udara.(red)







