BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Sejumlah Daerah

Selasa, 5 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi: Hujan lebat dan angin kencang

Ilustrasi: Hujan lebat dan angin kencang

KanalBekasi.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan mayoritas kota besar di Indonesia dilanda hujan ringan hingga sedang dan berawan, sehingga masyarakat diimbau waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang menyertainya.

Prakirawati BMKG Ranti Kurniati dalam siaran daring yang diikuti di Jakarta, menjabarkan bahwa potensi hujan berintensitas ringan atau dengan curah hujan kurang dari 2,5 mm per jam diprakirakan mengguyur Kota Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Samarinda, Palangkaraya, Makassar, Manado, Ambon, Nabire, Merauke, dan Jayawijaya.

Hujan berintensitas sedang dapat mengguyur Kota Bandar Lampung, Gorontalo, Ternate, Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Merauke

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara Kota Mamuju diperkirakan hujan lebat lebih dari 5,0 mm per jam, sementara hujan lebat yang disertai dengan petir diperkirakan mengguyur Kota Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Jambi, Pangkal Pinang, Tanjung Pinang, Banjarmasin, dan Palu.

Kemudian untuk Kota Banda Aceh, Padang, Serang, Jakarta, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, dan Kendari diprakirakan berawan tebal dan atau berkabut sepanjang hari dengan suhu berkisar 24-30 derajat Celcius.

Prakirawati BMKG memaparkan bahwa potensi hujan di sebagian besar wilayah Indonesia itu dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer, transisi ke musim kemarau – kondisi kelokan cuaca di wilayah masing-masing.

BMKG mendeteksi bibit siklon tropis 90S terpantau di Samudera Hindia barat daya Bengkulu dengan kecepatan angin 30 knots. Sistem ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin di perairan barat daya Bengkulu, pesisir barat Sumatera Barat, dari Jawa Timur – Jawa Tengah, Samudera Hindia barat Lampung, Kalimantan Timur-Kalimantan Utara, Maluku hingga Sulawesi Tengah.

Kondisi dinamika atmosfer tersebut dinilai selain mampu meningkatkan pertumbuhan awan penghujan, juga memengaruhi percepatan angin permukaan hingga lebih dari 25 knots, dan gelombang laut tinggi 2,5 – 4 meter di Samudera Hindia barat daya Aceh, Nias, Mentawai-Lampung, Samudera Hindia selatan Banten-NTT, dan Laut Bali.

BMKG juga melaporkan adanya potensi banjir rob di wilayah pesisir Banten dan Jakarta.

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Respon Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak
Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi, Wakaf Energi dan Sedekah Energi Resmi Berkolaborasi
Dewan Ranny Sebut Makan Bergizi Gratis Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Mendalam Kasus Perampokan di Jatibening Bekasi
Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi, Wakaf Energi dan Sedekah Energi Resmi Berkolaborasi
Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah Bersubsidi di Seluruh Kecamatan
Wapres Ke-6 Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:40 WIB

Pemkot Bekasi Respon Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:18 WIB

Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi, Wakaf Energi dan Sedekah Energi Resmi Berkolaborasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:36 WIB

Dewan Ranny Sebut Makan Bergizi Gratis Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:48 WIB

Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Mendalam Kasus Perampokan di Jatibening Bekasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:30 WIB

Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal

Berita Terbaru

Ilustrasi

HEADLINE

Pemkot Bekasi Respon Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Kamis, 5 Mar 2026 - 15:40 WIB