Pemprov Jabar Luncurkan Aplikasi Pencari Kerja Nyari Gawe

Rabu, 8 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalBekasi.com – Pemerintah Provinsi Jawa Barat meluncurkan aplikasi pencarian kerja Nyari Gawe di PT Sun Bright Lestari, Kabupaten Indramayu untuk mempercepat akses masyarakat terhadap lapangan kerja.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang meluncurkan aplikasi tersebut mengatakan platform ini dikembangkan sebagai solusi digital untuk menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan industri secara langsung, efisien, dan meningkatkan transparansi proses rekrutmen tenaga kerja lokal.

“Cukup daftarkan nama dan nomor telepon ke Dinas Tenaga Kerja, nanti Human Resource Development (HRD) perusahaan yang akan memanggil. Tidak perlu melamar satu per satu. Ini memudahkan masyarakat,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangan di Bandung, rabu (8/10)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Dedi, aplikasi “Nyari Gawe” menjadi bagian dari upaya konkret Pemprov Jabar dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berpihak pada masyarakat, terutama di daerah industri seperti Indramayu.

Sistem kerja aplikasi ini menghilangkan praktik percaloan dan pungutan liar yang kerap merugikan pencari kerja. Pemerintah daerah akan mengirimkan data pencari kerja kepada perusahaan, yang akan langsung memanggil mereka untuk proses seleksi.

Dalam peluncuran tersebut, sebanyak 16 perusahaan hadir secara langsung dengan total kebutuhan tenaga kerja sebanyak 530 orang. Sementara itu, 17 perusahaan lainnya bergabung secara daring dengan proyeksi total 11.500 lowongan hingga akhir 2025.

Dengan peluncuran aplikasi ini, Pemprov Jabar memproyeksikan peningkatan lowongan kerja hingga 25 persen pada 2026, atau setara 14.375 formasi pekerjaan.

Di lokasi peluncuran, Bupati Indramayu Lucky Hakim menyambut baik kehadiran aplikasi Nyari Gawe yang menurutnya dapat mengurangi praktik pungli dan memperbaiki proses rekrutmen yang selama ini kerap menimbulkan kerumunan bahkan insiden.

“Selama ini ada warga yang harus bayar dua sampai dua setengah juta rupiah untuk bisa kerja di pabrik. Bahkan, ada yang sampai pingsan saat antre. Ini semua tidak boleh terjadi lagi,” kata Lucky.

Pemerintah Kabupaten Indramayu, tambah Lucky, mengimbau agar proses penerimaan kerja dilakukan tanpa pungutan, dan Nyari Gawe menjadi solusi yang tepat untuk mencegah penyimpangan. (red)

Berita Terkait

Pemkot Bekasi Respon Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak
Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi, Wakaf Energi dan Sedekah Energi Resmi Berkolaborasi
Dewan Ranny Sebut Makan Bergizi Gratis Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Mendalam Kasus Perampokan di Jatibening Bekasi
Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal
Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi, Wakaf Energi dan Sedekah Energi Resmi Berkolaborasi
Pemkot Bekasi Gelar Pasar Murah Bersubsidi di Seluruh Kecamatan
Wapres Ke-6 Try Sutrisno Dimakamkan di TMP Kalibata

Berita Terkait

Kamis, 5 Maret 2026 - 15:40 WIB

Pemkot Bekasi Respon Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Kamis, 5 Maret 2026 - 05:18 WIB

Perkuat Aksi Iklim Berbasis Ekoteologi, Wakaf Energi dan Sedekah Energi Resmi Berkolaborasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 14:36 WIB

Dewan Ranny Sebut Makan Bergizi Gratis Bangun Ekosistem Ekonomi Lokal

Rabu, 4 Maret 2026 - 13:48 WIB

Polda Metro Jaya Turun Tangan Selidiki Mendalam Kasus Perampokan di Jatibening Bekasi

Rabu, 4 Maret 2026 - 10:30 WIB

Komisi IX DPR Sebut Makan Bergizi Gratis Membangun Ekosistem Ekonomi Lokal

Berita Terbaru

Ilustrasi

HEADLINE

Pemkot Bekasi Respon Dugaan Kekerasan Seksual terhadap Anak

Kamis, 5 Mar 2026 - 15:40 WIB