Kasus WNI Campak di Australia dari Penerbangan Jakarta, Kemenkes Wanti-wanti Imunisasi

Selasa, 24 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KanalBekasi.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) telah menerima laporan satu infeksi Kasus campak dengan riwayat perjalanan dari Jakarta terdeteksi di Australia. Hasil pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi perempuan berusia 18 tahun dinyatakan positif campak setibanya di Perth pada 7-8 Februari 2026. Pemerintah menyatakan hingga saat ini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.

Menurut Mayo Clinic, gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, keluhannya kerap menyerupai flu sehingga sering tidak langsung dikenali.

Gejala awal yang umum muncul meliputi demam tinggi, bisa mencapai 40 derajat celsius, batuk kering dan menetap, pilek, mata merah dan berair, Lemas serta nyeri otot serta Sensitif terhadap cahaya,

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ruam campak biasanya:

• Dimulai dari wajah, terutama di garis rambut dan belakang telinga

• Menyebar ke leher, dada, punggung, lengan hingga kaki dalam dua hingga tiga hari

• Berupa bercak merah datar yang dapat menyatu

• Umumnya tidak menimbulkan rasa gatal

• Bertahan sekitar lima hingga enam hari

Sebagian besar anak dapat pulih dalam satu hingga dua minggu tanpa komplikasi serius. Namun, pada anak dengan gizi kurang atau daya tahan tubuh lemah, risiko komplikasi meningkat. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare berat, dehidrasi, infeksi telinga, hingga pneumonia.

Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan internasional, untuk memastikan status imunisasi campak telah lengkap.

Bagi yang mengalami demam disertai ruam dan batuk, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut. (red)

 

Berita Terkait

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan
Belum Ada Dana, Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Tetap Direncanakan
Dukung Program Jumat Tanpa BBM, Ketua DPRD Kota Bekai Pilih Naik Transportasi Umum
Enam Bulan Berjalan, Kasus TSK Oknum Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Belum Ditahan
PTMP Sabet Tiga Penghargaan, Warga Tunggu Dampak Nyata ke Kota Bekasi

Berita Terkait

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Kamis, 16 April 2026 - 14:46 WIB

Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Kamis, 16 April 2026 - 12:10 WIB

Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan

Rabu, 15 April 2026 - 17:10 WIB

Belum Ada Dana, Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Tetap Direncanakan

Berita Terbaru