KanalBekasi.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) telah menerima laporan satu infeksi Kasus campak dengan riwayat perjalanan dari Jakarta terdeteksi di Australia. Hasil pemeriksaan PCR kemudian mengonfirmasi perempuan berusia 18 tahun dinyatakan positif campak setibanya di Perth pada 7-8 Februari 2026. Pemerintah menyatakan hingga saat ini belum ada penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak secara nasional.
Menurut Mayo Clinic, gejala campak biasanya muncul 7-14 hari setelah paparan virus. Pada tahap awal, keluhannya kerap menyerupai flu sehingga sering tidak langsung dikenali.
Gejala awal yang umum muncul meliputi demam tinggi, bisa mencapai 40 derajat celsius, batuk kering dan menetap, pilek, mata merah dan berair, Lemas serta nyeri otot serta Sensitif terhadap cahaya,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ruam campak biasanya:
• Dimulai dari wajah, terutama di garis rambut dan belakang telinga
• Menyebar ke leher, dada, punggung, lengan hingga kaki dalam dua hingga tiga hari
• Berupa bercak merah datar yang dapat menyatu
• Umumnya tidak menimbulkan rasa gatal
• Bertahan sekitar lima hingga enam hari
Sebagian besar anak dapat pulih dalam satu hingga dua minggu tanpa komplikasi serius. Namun, pada anak dengan gizi kurang atau daya tahan tubuh lemah, risiko komplikasi meningkat. Komplikasi yang dapat terjadi antara lain diare berat, dehidrasi, infeksi telinga, hingga pneumonia.
Kemenkes mengimbau masyarakat, khususnya pelaku perjalanan internasional, untuk memastikan status imunisasi campak telah lengkap.
Bagi yang mengalami demam disertai ruam dan batuk, disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan guna mencegah penularan lebih lanjut. (red)







































