KanalBekasi.com – Penyaluran bantuan kepada penerima Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Kayuringin
Jaya, Bekasi Selatan, mengalami lonjakan antrean warga.
Membludaknya penerima bantuan ini dipicu ketidaksesuaian jadwal kedatangan warga, meski skema distribusi telah diatur secara bertahap.
Kepala Seksi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kelurahan Kayuringin Jaya, Ajeng Febri, mengungkapkan total penerima bantuan di wilayahnya mencapai 2.581 KPM yang tersebar di 26 Rukun Warga (RW).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Totalnya 2.581 KPM untuk satu kelurahan. Data penerima ini mengacu dari Dinas Ketahanan Pangan yang bersumber dari data Kemensos melalui DTSN,” ujar Ajeng saat ditemui di lokasi penyaluran, Kamis (9/4).
Bantuan yang disalurkan berupa beras dan minyak goreng untuk periode Februari dan Maret 2026. Setiap KPM menerima total 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng yang dibagikan sekaligus pada April ini.
Dalam pelaksanaannya, penyaluran dijadwalkan selama lima hari, mulai Kamis, Jumat, Senin, Selasa hingga Rabu. Pembagian juga telah dibagi berdasarkan wilayah RW, yakni RW 1 hingga RW 13 pada pukul 08.00–12.00 WIB, dan RW 14 hingga RW 26 pada pukul 13.00–16.00 WIB.
Namun di lapangan, banyak warga datang tidak sesuai jadwal yang telah ditentukan. Kondisi ini membuat antrean menjadi padat dan berpotensi menimbulkan kerumunan.
“Sebetulnya sudah dijadwalkan dan undangan sudah disebar melalui masing-masing RW. Tapi karena warga datang di luar jadwal, akhirnya tetap kami layani agar tidak terjadi penumpukan yang lebih besar,” jelasnya.
Lebih lanjut, kendala utama dalam penyaluran bantuan kali ini memang berasal dari ketidakdisiplinan waktu dari sebagian warga. Meski demikian, pihak kelurahan tetap berupaya memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh penerima.
Ia pun mengimbau, agar ke depan masyarakat dapat lebih tertib mengikuti jadwal yang telah ditentukan demi kelancaran distribusi bantuan.
“Kami harap warga bisa datang sesuai jadwal. Karena ini dibagi lima hari, tidak harus datang di hari yang sama. Kalau tertib, tidak akan terjadi penumpukan seperti ini,” pungkasnya.
Penyaluran bantuan ini merupakan tahap pertama di tahun 2026, dengan sistem distribusi yang dilakukan secara berkala setiap beberapa bulan sekali, menyasar masyarakat kategori menengah ke bawah sesuai data DTSN.(red)







































