KanalBekasi.com – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menanggapi pernyataan Ketua MPR Zulkifli Hasan soal utang. Menurutnya, pemerintah akan terus menjaga utang agar tidak mengganggu dari sisi fiskalnya, serta tetap berada di bawah kisaran 30 persen.
“Ke depan (utang negara akan) di bawah 29,8 persen. Rasio utang terhadap PDB (Produk Domestik Bruto) kita termasuk yang rendah di dunia,” kata Sri Mulyani saat jumpa pers di Jakarta Convention Center, Jakarta, Kamis (16/8/2018).
Zulkifli mengatakan pada Sidang MPR kemarin soal utang negara. Menurutnya pemerintah tidak bisa klaim rasio utang sekitar tiga persen adalah aman. Ini karena membayar negara harus bayar cicilan utang Rp 400 triliun per tahun. Zulkifli menilai itu sudah tidak wajar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sri Mulyani membantah dengan mengatakan defisit APBN dalam tiga tahun terakhir terus turun menjadi 1,84% terhadap produk domestik bruto (PDB). Padahal pada 2015, defisit APBN pernah mencapai 2,59% terhadap PDB. Menkeu menjelaskan kondisi itu disebabkan pada periode 2015-2016 harga komoditas jatuh.
Kemudian untuk keseimbangan primer, Sri Mulyani mengatakan besarannya semakin mendekati nol. Dalam RAPBN 2019, defisit keseimbangan primer 0,13% terhadap PDB.
“Ini membuktikan kalau kita mau mempolitisasi utang, kita juga akan bicara pada bahasa sama, bukan nominal tapi menggunakan rambu-rambu yang ada dan biasa dipakai internasional,” kata Menkeu.(sgr)







































