KanalBekasi.com – Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo mengungkapkan, keprihatinannya karena masih terjadi kasus perundungan atau bullying di SDN Jatimekar III
”Kami sangat prihatin dan menyayangkan karena masih ada bullying di sekolah,” ujar Wibhowo saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Kamis (16/4/2026).
Ia menjelaskan bahwa dengan adanya sekolah ramah anak, seharusnya lingkungan sekolah menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk bisa belajar dan mengembangkan kreatifitas
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekolah ramah anak itu harusnya bisa membuat lingkungan sekolah jadi tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anak,” katanya
Wibhowo juga menyoroti pentingnya meningkatkan pengawasan dilingkungan sekolah.
Karena itu, ia menyatakan bahwa tugas guru di sekolah selain mengajar juga harus mampu meningkatkan pengawasan terhadap seluruh peserta didiknya saat didalam kelas maupun jam istirahat pelajaran.
Guru dan staf sekolah diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak didiknya dan segera menindaklanjuti jika ada indikasi perundungan.
“Jadi pengawasan terhadap anak-anak dilingkungan sekolah harus lebih ditingkatkan lagi,” katanya.
Jika sudah terjadi kasus seperti ini lanjut Wibhowo, bisa berdampak buruk terhadap psikologis anak yang menjadi korban bully tersebut.
Karena itu, Wibhowo juga telah menginstruksikan Kepala Bidang Pendidikan Dasar ke lokasi, untuk mengetahui duduk persoalan sebenernya.
”Saya sudah minta kepada Kabid Dikdas turun ke lokasi untuk segera mengetahui duduk persoalan sebenarnya,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, seorang siswi sekolah dasar di Kota Bekasi mengalami perundungan oleh teman sekelasnya berupa ejekan hingga tindakan yang mengarah pada intimidasi fisik.
Peristiwa itu terjadi di dalam ruang kelas saat tidak ada guru yang mengawasi.
Pihak keluarga, khususnya ibu korban, menyatakan keberatan atas dugaan peristiwa tersebut dan meminta pihak sekolah mengambil langkah tegas.
“Saya tidak terima anak saya dibully seperti itu. Saya minta pihak sekolah turun tangan, supaya para pelaku ditindak tegas,” ujar ibu korban.(geng)







































