KanalBekasi.com — Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mendapat sorotan tajam dari massa aksi yang menggelar demonstrasi pada Kamis, (16/4) di Kantor Pemerintahan Kota Bekasi.
Dalam aksi tersebut, Wali Kota bahkan diganjar julukan sebagai pemimpin yang minim empati terhadap korban ledakan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning beberapa waktu lalu.
Aksi yang diikuti oleh sejumlah elemen masyarakat itu menuntut perhatian serius pemerintah daerah terhadap para korban. Massa menilai hingga saat ini belum terlihat langkah nyata maupun kehadiran langsung Wali Kota di lokasi kejadian sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami menilai pimpinan daerah belum menunjukkan empati terhadap korban. Seharusnya Wali Kota hadir langsung dan memastikan kondisi korban,” ujar salah satu orator dalam aksi tersebut.
Selain menuntut kehadiran Wali Kota, massa juga mendesak pemerintah daerah untuk segera memberikan bantuan kepada korban serta melakukan evaluasi menyeluruh terkait aspek keselamatan, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
“Untuk itu kami menyerahkan piagam kepada Wali Kota dan Wakil walikota sebagai bentuk respon mereka (Wali kota) terhadap korban ledakan SPBE Cimuning,” imbuhnya
Sementara itu, Kasubdit Penanganan Konflik Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Bekasi M Zainudin menyatakan bahwa aspirasi yang disampaikan massa telah diterima dan akan segera dilaporkan kepada pimpinan.
“Aksi berlangsung dengan fokus pada isu kemanusiaan tanpa adanya indikasi kepentingan lain,” terangnya
Hingga aksi berakhir, massa berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan mereka, khususnya dalam menunjukkan kepedulian nyata terhadap korban ledakan SPBE Cimuning.(red)








































