KanalBekasi.com — Pemerintah pusat mulai memfokuskan perhatian pada pemerataan program pemenuhan gizi, khususnya bagi sekolah berbasis agama yang dinilai masih tertinggal dalam penerimaan manfaat.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan hal tersebut saat meninjau kegiatan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di wilayah Jatiwaringin, Pondok Gede, Kota Bekasi, Rabu (15/4).
Zulhas menyebut capaian distribusi program gizi di sekolah umum sudah jauh lebih tinggi dibandingkan lembaga pendidikan keagamaan. Ia menilai kondisi ini perlu segera diperbaiki agar tidak menimbulkan kesenjangan berkepanjangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sekolah umum sudah di atas 80 persen, sementara madrasah dan pesantren masih di kisaran 15 sampai 20 persen. Ini yang sedang kita kejar percepatannya,” ucapnya. Rabu (15/4).
Pemerintah kini tengah menyiapkan pola distribusi khusus agar program bisa lebih cepat menjangkau madrasah, baik tingkat tsanawiyah, aliyah, hingga pondok pesantren. Skema ini diharapkan mampu mempersempit selisih penerima manfaat dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, peserta didik di lingkungan pendidikan berbasis agama memiliki hak yang sama dalam memperoleh asupan gizi yang layak. Karena itu, percepatan distribusi menjadi langkah strategis yang tidak bisa ditunda.
Tak hanya soal distribusi, Zulhas juga mendorong adanya evaluasi langsung dari para penerima manfaat. Menurutnya, siswa perlu dilibatkan untuk memberikan masukan terkait kualitas hingga variasi menu makanan yang disediakan.
“Silakan anak-anak memberi penilaian, bahkan mengusulkan menu. Tapi tetap harus sesuai standar gizi,” pungkasnya.
Dengan langkah percepatan ini, pemerintah menargetkan tidak ada lagi disparitas antara sekolah umum dan sekolah berbasis agama dalam program pemenuhan gizi. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah. (red)







































