KanalBekasi.com – Harapan warga terdampak kebakaran hebat di kawasan Cimuning, Mustikajaya, mulai menemui titik terang. Pemerintah Kota Bekasi memastikan proses kompensasi bagi korban kini memasuki tahap lanjutan setelah verifikasi data dinyatakan rampung.
Sebanyak 41 kepala keluarga (KK) dipastikan masuk dalam daftar penerima ganti rugi. Data tersebut merupakan hasil pendataan ulang yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari lingkungan RT dan RW hingga tingkat kelurahan dan kecamatan, disertai pengecekan langsung di lapangan.
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, mengatakan seluruh data telah melalui proses sinkronisasi bersama berbagai pihak, termasuk perwakilan warga dan pengelola Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Verifikasi sudah dilakukan menyeluruh dan hasilnya tetap, ada 41 KK yang dinyatakan terdampak dan valid,” ujarnya, Senin (13/4).
Nilai kerugian akibat insiden tersebut ditaksir mencapai Rp7 miliar. Angka ini merupakan akumulasi dari kerusakan bangunan serta harta benda milik warga yang terdampak kebakaran.
Menurut Maka, hasil perhitungan tersebut sudah disepakati bersama antara pihak kecamatan, pengelola SPBE PT Indogas Andalan Kita, serta warga. Saat ini, pihak perusahaan tengah melakukan pembahasan internal sebelum menentukan skema pencairan kompensasi.
Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong agar proses ganti rugi tidak berlarut-larut. Selain kompensasi, perbaikan rumah warga yang rusak menjadi prioritas agar masyarakat bisa segera kembali menempati hunian mereka.
Seperti diketahui, kebakaran besar yang terjadi pada awal April lalu itu menimbulkan dampak luas. Puluhan rumah mengalami kerusakan, sementara puluhan warga lainnya menjadi korban, baik luka maupun meninggal dunia.
Data terakhir mencatat sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka dan empat orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Dengan rampungnya proses verifikasi, warga kini menanti realisasi ganti rugi yang diharapkan bisa segera cair dalam waktu dekat, sebagai langkah awal pemulihan pascabencana di wilayah tersebut.(red)








































