KanalBekasi.com – Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) membuat standarisasi hewan kurban dengan prinsip Aman, Sehat, Utuh dan Halal (ASUH).
Menteri Pertanian, Amran Sulaiman berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya penjaminan kualitas hewan kurban juga meningkat.
Kualitas kurban tidak saja terkait dengan hal transenden, tetapi juga terkait dengan aspek sosial. Karenanya, kesehatan hewan kurban serta keamanan dan kelayakan daging kurban (higienitas) juga ikut meningkat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita ingin pastikan bebas penyakit zoonosis, yang berpotensi menular dari hewan ke manusia, fokus utama Kementan lainnya adalah memastikan pelaksanaan penyembelihan hewan sesuai prosedur,” Kata Amran di Jakarta,(19/8)
Seperti di ketahui, Zoonosis adalah ancaman gangguan kesehatan yang saat ini di alami oleh banyak negara, yang di dalamnya termasuk Indonesia. Yaitu satu jenis penyakit yang sumbernya dari binatang dengan sifat menular, dan jika didiamkan akan menjadi penyakit akut bahkan selanjutnya bisa berakibat fatal.
Penuluaran ini juga dua arah, artinya tak hanya dari binatang ke manusia, akan tetapi juga sebaliknya, dari manusia ke binatang.Beberapa penyakiit zoonosis antara lain ;
Rabies disebut juga sebagai penyakit anjing gila, Lyssa, ataupun Hydrophobia. Yaitu satu penyakit zoonosis dengan penyebabnya adalah virus golongan Rhabdovirus yang menyerang hewan berdarah panas dan manusia
Taxoplasmosis merupakan jenis penyakit yang ada dalam zoonosis dengan penyebab protozoa yang dikenal dengan nama taxoplasma gondii, biasanya ditularkan oleh Kucing yang terserang Toxoplasma Gondii.
Sars merupakan singkatan dari Severe Acute Respiratory Syndrom, yaitu satu penyakit yang menyerang saluran pernapasan atas, dengan penyebba utama dari strain virus baru Coronavirus.
Brucella sp adalah penyebab dari timbulnya penyakit Brucellosis. Yaitu satu jenis penyakit reproduksi menular ruminansia yang dikategorikan sangat berbahaya karena acap menimbulkan kematian akibat dari biaya pengobatan dan pemberantasan yang sangat mahal.
Antrax sebagai satu penyakit yang telah dikenal di Indonesia sejak zaman penjajahan Belanda, tepatnya pada tahun 1884 di daerah Teluk Betung, memiliki penyebab dari bakteri berbentuk batang dengan ukuran 1 hingga 1.5 mikron, dengan sifat aerobik, nonmotil, Gram positif yang disebut Bacillus Antracis. Artinya, antrax merupakan jenis penyakit zoonosis dengan penyebab utama adalah bakteri Bacillus Antracis.
Himbauan ini, kata Arman agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit zoonosis saat pelaksanaan hewan kurban kepada seluruh dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di seluruh provinsi/kabupaten/ kota.
“Tahun ini kita kerahkan tenaga 2.698 tenaga dari Jabodetabek yang terdiri dari mahasiswa, organisasi dan organisasi profesi,” tandasnya







































