Polisi Catat 250 Pelanggaran Sejak Penerapan PSBB di Kota Bekasi

Jumat, 17 April 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Poto: Salah satu titik check point PSBB di Kota Bekasi

Poto: Salah satu titik check point PSBB di Kota Bekasi

KanalBekasi.com – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi memasuki hari ketiga. Dalam laporan pantauan petugas yang berjaga nampak volume kendaraan di wilayah penyangga ibu kota itu menurun hingga 10 persen.

Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani mengatakan berdasarkan pemantauan jumlah kendaraan yang meilintas terjadi penurunan secara sighnifikan. Hal tersebut menurutnya dampak dari tutupnya kantor dan pusat keramaian lainnya.

Baca Juga: Dishub dan Satpol PP Pantau Perbatasan Jelang PSBB di DKI Jakarta

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lima sampai 10 (persen) penurunannya, tapi untuk persisnya nanti kita lihat angka-angkanya kita rekap,” kata Ojo, Jum’at (17/4)

Kendati mengalami penurunan, ada beberapa titik ruas jalan yang masih ramai dilalui kendaraan. Salah satunya di Bantargebang dan beberapa ruas jalan perbatasan.

“Yang besar itu masuk wilayah Bekasi itu di Jalan Narogong, Bantargebang, kemudian Sumber Arta itu di wilayah Bekasi, Jatiwaringin, kemudian Sasak Jarang itu wilayah Bekasi Timur, itu entry point yang cukup besar arus lalinnya,” terangnya.

Warga, sambung Ojo sudah paham dan mengerti bahwa Kota Bekasi menerapkan PSBB. Namun, keperluan sehari-hari membuat mobilitas warga masih cukup tinggi.

“Dengan keperluan dia untuk keluar dan berangkat kerja itu kan, ada keperluan pergi ke pasar atau ambil barang tertentu, maka dia masih melakukan aktivitas di luar,” tuturnya

Ojo menambahkan sejak Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan operasi pihaknya mencatat lebih dari 250 pelanggaran selama dua hari penerapan PSBB. Hari pertama sebanyak 165 pelanggaran dan hari kedua sebanyak 199.

“(Jenis pelanggaran) yang dominan motor boncengan, lainnya tidak pakai masker dan melebihi muatan,” tandasnya.(sgr)

 

Berita Terkait

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan
Belum Ada Dana, Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Tetap Direncanakan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terbaru