KanalBekasi.com – KPU Kota Bekasi, dinilai kurang persiapan dalam menggelar kegiatan debat paslon Walikota dan Wakil Walikot Bekasi. Bahkan, moderator acara Luluk Lukmiyati dinilai kurang memahami kondisi Kota Bekasi.
Hal itu terlihat, ketika paslon nomor urut 2, melontarkan pertanyaan Santa Clara, sang moderator tidak langsung menghentikannya. Malah terkesan justru moderator membiarkan pertanyaan Nur Supriyanto, yang dianggap sejumlah pihak tendensius terhadap persoalan Santa Clara.
Menurut Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo, KPU menampilkan moderator yang mengetahui kondisi riel Kota Bekasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Karena, ketika para paslon melontarkan pertanyaan diluar tema, justru masyarakat tidak akan paham dengan kapasitas masing-masing paslon tersebut.
“Saya melihat debat putaran pertama tidak fokus pada substasinya. KPU terkesan tidak siap menggelar kegiatan debat paslon kali ini, karena terlihat moderator yang ditampilkan kurang mengetahui kondisi riel kota bekasi,” ungkap Didit.
Didit menambahkan, dengan anggaran kegiatan Pilkada yang dimiliki KPU, kegiatan debat paslon yang digelar di Gedung Serbaguna Al-Muhajirien, Jalan Cut Mutiah, Margahayu, Bekasi Timur, sejatinya memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang demokrasi dan politik yang baik dan benar.
“Kan anggaran KPU untuk kegiatan pilkada saat ini cukup besar, masa sih menggelar acara debat paslon tidak mendidik bisa masyarakatnya. Sejatinya, moderator yang ditampilkan paling tidak mengetahui kondisi Kota Bekasi,” tukasnya.(sgr)







































