KanalBekasi.com – Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), optimis pasangan capres dan cawapres Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma’ruf Amin, menang di Jawa Barat pada pilpres 2019. Hal itu ditegaskan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto setelah menggelar safari di Jawa Barat.
Hasto mengungangkapkan, dengan semangat gotong royong, PDIP akan berkonsentrasi memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jabar. Sehingga PDIP bersama dengan partai yang lain kemudian menunjukkan konsistensi hasil rakernas untuk menggarap daerah-daerah yang penting dan strategis seperti Jabar, Banten, Aceh dan sebagainya.
“Kita menargetkan Jokowi-Ma’ruf Amin meraih 60 persen suara di Bekasi, Karawang, Indramayu dan Cirebon. Selain itu, PDIP juga bergotong royong dengan partai koalisi TKN untuk memenangkan Jokowi-Ma’ruf di Jabar,” kata Hasto, Minggu (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pilpres dan Pileg ini, lanjut Hasto, sebenarnya muatannya adalah kekuatan teritorial. Dengan adanya PDIP, Golkar, PKB, Nasdem, PPP, Hanura, PKPI, Perindo dan PSI yang merupakan perpaduan kekuatan udara dan darat, maka kami meyakini bahwa Jabar akan mengalami perubahan. Terlebih ini masih ada waktu bagi Pak Jokowi untuk mendorong sebuah kebijakan-kebijakan dengan mendengarkan aspirasi rakyat.
“Kami menangkap bagaimana masyarakat Jabar tidak hanya bandara di Kertajati, waduk, kemudian jalan tol dari Ciawi ke Sukabumi. Tetapi juga pembenahan terhadap sungai Citarum, kemudian juga perlindungan daerah-daerah pertanian, perbaikan infrastruktur jalan di desa-desa ini yang kami tangkap untuk menjadi harapan masyarkat dan dapat dijalankan oleh pak Jokowi dalam 5 bulan ke depan,” ujarnya
Lebih lanjut, Hasto mengatakan pihaknya mempunyai strategi untuk mengatur lumbung suara yang dimiliki partai koalisi Jokowi-Ma’ruf agar tidak rebutan. Apalagi, kata Hasto, koalisi ini solid tidak seperti Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi.
“Kami punya etika politik karena kelebihan KIK (Koalisi Indonesia Kerja) dibanding di sana (koalisi Prabowo-Sandi), kami tidak saling berhimpit. Antara PKB, PPP basisnya berbeda dengan PDIP dan Golkar. Dan dari survei internal kami Golkar, NasDem, kemudian Gerindra dan Demokrat itu justru berhimpit. Dengan demikian ketika Golkar mau naik, Demokrat mau naik, Nasdem mau naik, Gerindra harus turun,” jelas Hasto.(sgr)






































