KanalBekasi.com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) melalui Deputi bidang Pelayanan publik Diah Natalisa meminta setiap layanan publik menerapkan metode pembayaran non tunai sebagai upaya mempersempit ruang gerak oknum-oknum yang selama ini memanfaatkan transaksi secara tatap muka.
Diah mengatakan baru-baru ini yang telah melaksanakan metode tersebut adalah Polrestabes Surabaya. Polrestabes Surabaya telah meluncurkan inovasi “Evolution Cashless Payment” PNBP SIM, SKCK, dan Traffic Maze Game untuk menghilangkan pembayaran tunai.
Transaksi masyarakat tanpa uang tunai telah menjadi alternatif yang populer untuk menjawab tantangan transaksi masa kini yang butuh cepat, praktis dan aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Sistem pembayaran non-tunai atau cashless payment dapat segera direplikasi segera dapat diterapkan di kepolisian-kepolisian resor lain sehingga kegunaannya akan semakin bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Selasa (4/12)
Diah berterimakasih kepada seluruh jajaran Polrestabes Surabaya, karena prestasi dan inovasi pelayanan di berbagai bidang menjadikan inspirasi bagi instansi lain untuk berlomba-lomba menghasilkan inovasi. Menurutnya, pemerintah pusat juga terus mendorong agar inovasi pelayanan publik dilaksanakan pada segenap jajaran kepolisian bukan hanya di tingkat polda, polres namun sampai ke tingkat polsek.
Di Indonesia, setidaknya transaksi pembayaran konsumen dengan menggunakan metode non-tunai makin meningkat dari tahun ke tahun.
“Fakta ini membawa Indonesia masuk dalam pertumbuhan industri keuangan di era digital yang kian canggih,” jelas Diah.
Inovasi yang berbasis pada teknologi, informasi dan komunikasi diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polisi. Keberhasilan Polrestabes Surabaya menerapkan inovasi cashless payment ini pun, tidak lepas dari terciptanya kolaborasi dengan instansi-instansi lain di luar kepolisian, seperti BRI, BNI, Bank Mandiri, Telkomsel, Gopay, dan Ovo.
Diah berharap, satuan kepolisian di wilayah-wilayah lain juga menerapkan kolaborasi dengan sektor swasta untuk kemudahan masyarakat dalam mengurus banyak hal.
“Strategi yang paling mudah dalam mengembangkan inovasi adalah dengan mereplikasi inovasi pelayanan publik dan memodifikasi apa yang sudah diciptakan oleh sejumlah polda dan polres,” pungkasnya.(sgr)






































