KanalBekasi.com – Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi (Kadinkes), Tanti Rohilawati menggelar konferensi Pers terkait tingginya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bekasi.
Dalam keterangannya, Tanti menjelaskan meningkatkannya jumlah penderita DBD secara signifikan terjadi akibat curah hujan yang tinggi dan pola hidup masyarakat yang belum menyadari pencegahan wabah DBD
“Ada kenaikan signifikan, Januari 2019 ada 88 kasus, yang positif 75 kasus, padahal 2018 hanya ada 49 kasus selama Januari” kata Tanti, Senin (28/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanti menambahkan pihaknya telah mengambil langkah-langkah antispasi guna menekan berkembangnya wabah DBD di Kota Bekasi. Lewat Instruksi Walikota pihaknya juga sudah melakukan kebersihan lingkungan setiap Sabtu pagi.
Baca juga: Dinkes Evaluasi Terkait Pasien KS Ditolak RS
Langkah lain yang diambil pihaknya, lanjut Tanti, bersama Diskominfo membuat aplikasi si Tik-Tik DBD dimana perkembangan antisipasinya secara berkala dapat dilaporkan. Pihaknya, melalui Kelompok Kerja (Pokja) Kelurahan dan Puskesmas juga terus berupaya melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan tindakan dalam penanggulangan DBD. Namun, lanjut Tanti, hal itu perlu terus dilakukan edukasi, karena jumlah penderita DBD tetap tinggi.
“Tahun 2018 masyarakat yang terjangkit DBD tertinggi adalah Bekasi Utara 129 kasus, Bekasi Barat 107 kasus dan 69 kasus di Bekasi Timur sisanya tersebar di 9 Kelurahan,” terang Tanti
Langkah lain antisipasinya, lanjut Tanti, dengan membuat ovitrat yaitu Gerakan Seribu Ovitrat (Geselat) dan pelatihan budidaya tanaman pengusir nyamuk.
“Bekasi barat dan Selatan seluruh kadernya sudah bergerak,” pungkas Tanti.(sgr)






































