Politisi PAN Kritisi Kartu Sehat dan Masalah Pengangguran

Rabu, 18 September 2019

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD PAN Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti

Anggota DPRD PAN Kota Bekasi, Evi Mafriningsianti

KanalBekasi.com – Partai Amanat Nasional melalui wakilnya di DPRD Kota Bekasi Evi Mafriningsianti mengatakan siap mengkritisi kebijakan yang tidak pro rakyat.

Evi menilai beberapa isu penting yang menjadi perhatian diantaranya seputar Kartu Sehat berbasik Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK). Program jaminan kesehatan milik Pemkot  Bekasi tersebut berhutang hingga Rp 200 Miliar ke Rumah Sakit swasta pada 2018 lalu.

Baca Juga: Dewan PAN Soroti Anggaran TKK yang Capai 900 Miliar Pertahun

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kartu Sehat mungkin perlu dievaluasi agar tidak membebani keuangan daerah,” kata Evi,Rabu (18/9)

Sejak 1 November 2018, Pemkot Bekasi telah menerapkan kebijakan baru dengan sistem rujukan dari Puskesmas. Sistem baru ini merupakan buah dari evaluasi KS dengan dalih peningkatan pelayanan.

Menurutnya secara prinsip partai PAN tidak menentang keberadaan Kartu Sehat namun ada teknis penerapannya yang harus dievaluasi.

Soal Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Evi mengaku siap ditempatkan dimana saja. Namu dirinya akan senang bila ditempatkan di komisi yang membidangi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM)

“Background saya kan UMKM jadi senang saja bila membidangi hal tersebut,” tukas Evi

Ditanya soal angka Pengangguran di Kota Bekasi diatas Presentase nasional menurut Evi perlu dievaluasi. Ia menilai perlu adanya pendidikan berbasis skill yang harus diterapkan terlebih saat ini tekhnologi sudah canggih. Saat ini banyak para pewirausaha memanfaatkan tekhnologi melalui aplikasi untuk bertransaksi.

Ia mengatakan terutama kaum perempuan harus punya kemandirian. Untuk itu ia telah mempersiapkan sejumlah program program UMKM guna menekan angka pengangguran.

“Program yang disiapkan nantinya dari hulu sampai hilir, Tidak hanya produksinya namun teknik pemasarannya,” pungkasnya.(sgr/Adv)

Berita Terkait

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan
Belum Ada Dana, Pembangunan Rumah Dinas Wali Kota Tetap Direncanakan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terbaru