KanalBekasi.com – Politikus Partai Amanat Nasional DPRD Kota Bekasi, Abdul muin belum memberikan isyarat apakah Partainya akan terus berkoalisi dengan partai pendukung walikota Bekasi Rahmat Effendi -Tri Adhianto atau keluar dari koalisi
“Nanti penentuannya setelah Alat Kelengkapan Dewan (AKD) diputuskan,” kata Mu’in, Senin (16/9)
Baca Juga: Anomali Pengangkatan GTK dan TKK
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya pihak partai belum mengeluarkan keputusan resmi, namun kinerja eksekutif akan menjadi evaluasi bagaimana sikap Partai PAN.
“Ada beberapa yang kita soroti misal Kartu Sehat, Insentif RT/RW dan masalah Tenaga Kerja Kontrak,” kata Abdul Muin
Kondisi defisit ini menyebabkan pembangunan tidak berjalan dengan maksimal.Menurutnya Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) adalah hal yang sudah direncanakan dan sudah disetujui anggota DPRD dalam paripurna tapi kenyataannya malah terjadi defisit. Hal tersebut membuat PAN harus meluruskan.
“Bila tidak sesuai perencanaan berarti kerja eksekutif tidak sesuai program” pungkasnya
Muin mencontohkan persoalqn TKK, yang setiap tahunnya Pemkot Bekasi menganggarkan hampir 900 Milyar . Angka tersebut pastinya membebani keuangan daerah. Kedepan kita akan evaluasi apakah keberadaan TKK tersebut sudah berbasis kinerja.
“Nanti akan kita tinjau dan evaluasi apakah adanya TKK sesuai dengan kebutuhan kerja,” katanya
Mu’in menegaskan istilah defisit bagi Kota Bekasi sebenarnya tidak ada. Karena semua Anggaran Pendapatan dan Belanja daerah sudah direncanakan.
“Kecuali Kota Bekasi mengalami gempa, sehingga ada pengalokasian anggaran yang lebih urgent,”(sgr/Adv)






































