KanalBekasi.com – Pemerintahan Walikota Rahmat Effendi dan Tri adhianto genap berusia setahun. Pada tasyakuran yang di gelar di Plaza Pemkot Bekasi, Jalan Ahmad Yani, Marga Jaya, Kota Bekasi Rahmat effendi mengatakan tahun pertama 2019 ini pemerintahan masih menyelesaikan beberapa persoalan akut yang ada.
“Dinamika fiskal, beban pembayaran dan pendapatan saya rasa itu bagian dari proses penyelenggaraan pemerintahan ,”kata Rahmat, Selasa (24/9)
Baca Juga: Anggaran Tinggal Rp266 Miliar, Kepala BPKAD ‘Ngotot’ Tidak Terjadi Defisit
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Terkait kebutuhan dasar pendidikan dan kesehatan, walikota mengajak seluruh komponen ikut memberi dukungan.
“Di undangan kemarin, sudah ada pembicaraan dari Gubernur Jawa barat untuk menggratiskan sekolah di jenjang SMA dan SMK gratis, itu juga bagian dari perjuanagan,”terangnya
Terkait anggaran kesehatan Pemkot Bekasi juga sedang melakukan evaluasai, simplikasi berdasarkan demografi yang ada. Rahmat juga menekankan pada UU no 23 didalamna juga sudah menegaskan tentang peran Pemerintah salah satunya kesehatan
“jadi kita sudah mensimplikasi agar terus ada perbaikan sehingga dapat diselaraskan dengan belanja,” terangnya
Intinya negara dapat hadir di persoalan yang menjadi prioritas yakni kesehatan dan pendidikan. Rahmat menegaskan ditahun pertama ini dirinya bersama jajarannya masih terus menstabilkan kondisi yang ada
“InsyaAllah ditahun kedua dan seterusnya sudah dapat menjalankan program lanjutan,” imbuhnya
Sebagai informasi, sejak dilantik 20 September 2018 lalu Wali Kota Bekasi terpilih, Rahmat Effendi, menegaskan program Kartu Sehat Berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS Berbasis NIK) tetap berjalan, sesuai dengan rencana awal yakni memberikan kesehatan gratis kepada masyarakat Kota Bekasi. Program ini tak terganggu dengan keadaan keuangan daerah yang berpotensi mengalami defisit.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi juga mengalokasikan mengalokasikan anggaran KS-NIK sebesar Rp 170 miliar di Dinas Kesehatan, dalam APBD 2018 lalu. Bahkan, dalam APBD Perubahan 2018 ditambah Rp 124 miliar. (sgr)







































