KanalBekasi.com – Polda Metro Jaya hari menggelar konferensi pers terkait pengungkapan dan penangkapan 3 pengedar narkoba jenis gorilla. Modus yang digunakan sindikat tersebut adalah memasukan narkoba tersebut ke dalam liquid vape.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono mengatakan bahwa kertas cukai berwarna pink di botol liquid berisi narkoba gorilla adalah palsu dan bertujuan untuk mengelabui pembeli.
“ini bukan asli (kertas cukai), para pelaku untuk melakukan cara tersebut untuk mengelabui pembeli,” kata Argo, Selasa (29/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Kota Bekasi Berpotensi Rawan Peredaran Narkoba
Dalam botol liquid ukuran 100ml yang berisikan narkoba jenis gorilla tersebut terdapat tulisan ‘Rp 70.000 – 100 ml’ di kertas tersebut, sedangkan di botol liquid ukuran 5 ml tidak terlihat adanya kertas pita cukai.
Para tersangka itu menjual liquid berisi narkoba dengan banyak 100ml dengan harga Rp 600 ribu secara online. “Lewat online ada situsnya ada webnya, penjualannya di situ, jadi pesan baru diantar ini ada 600 ribu rupiah. Ini murni dibuat campuran di situ,” ujar Argo.
Sebagai informasi ganja gorila lebih sering dikenal dengan nama tembakau gorila. Banyak juga yang menyebutnya dengan tembakau sintesis.
Narkoba jenis ini bukanlah barang baru. Namanya juga sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Apalagi banyak kasus para public figure yang memakainya, seperti Jerry Aurum dan Andika The Titans.
Di tahun 2017, Menteri Kesehatan juga telah memasukkan tembakau gorila jenis ini ke dalam kategori narkotika golongan 1. Tentu saja tembakau gorilla juga membahayakan.
Mengapa narkotika jenis ini miliki nama ‘gorila’? Ternyata bukan sembarang asal beri nama saja. Hal ini karena berkaitan dengan efek yang dihasilkan bisa seperti ‘ketiban gorila’.
Penggunanya tidak sadarkan diri seperti itu. Apalagi ada campuran ganja sintesis di dalamnya. Senyawa ganja sintesis ini berbentuk ramuan yang dilarutkan terlebih dahulu yang kemudian diberi aseton dan disemprotkan pada tembakau.
Tembakau gorila juga berbahaya karena dicampur dengan ganja sintetis yang menyebabkan penggunanya ‘nge-fly’ dan ketergantungan. Namun efek yang diberikan bisa dibilang lebih mengerikan karena cenderung tidak enak dibanding dengan efek ganja.
Buat pemakai juga bisa langsung ‘nge-fly dalam dua tiga hisap saja. Mulai dari bicara yang ngelantur sampai untuk berdiri saja rasanya malas. Tetapi untuk pemakai baru, bisa menyebabkan muntah saat mencobanya. (sgr)






































