KanalBekasi – Pasca adanya 2 warga Depok yang positif terinfeksi Coronavirus atau Covid -19 dan meninggalnya seorang warga Kota Bekasi di Cianjur yang diduga terpapar Coronavirus Pemkot Bekasi terus melakukan langkah antisipasi.
Sebanyak 18 warga Kota Bekasi dikabarkan masuk dalam pantauan Dinas Kesehatan Kota Bekasi karena diduga terinveksi Covid-19. Hal tersebut di katakan Walikota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) di sela-sela acara “Membumikan Pancasila” di Stadion Patriot Candrabhaga Kota Bekasi, Selasa (3/20)
Baca Juga: Emil: Warga Depok Positif Corona dari Penularan Bukan Lingkungan
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya dapat laporan dari Kepala Dinkes yang tadinya suspect ternyata negatif dan yang lain masih dalam pantauan, mudah-mudahan hanya asma,” katanya
Pepen menegaskan masyarakat tak perlu khawatir karena Pemkot Bekasi sudah berkordinasi dengan banyak pihak terkait pencegahan Covid-19. Ia juga sudah berkordinasi dengan Polres apabila nantinya diperlukan langkah evakuasi.
“Kalau diperlukan, tapi mudah-mudahan dengan moto Ikhsan semoga warga Kota Bekasi sehat,” imbuhnya
Dinkes, kata Pepen juga sudah berkordinasi dengan beberapa RS rujukan seperti RS Sulianti Suroso, RS Persahabatan dan RSPAD Gatot Subroto. Terkait adanya pemantauan sejumlah warga diduga terinfeksi Corona ia menegaskan sudah dalam perhatian Puskesmas hingga Dinkes.
“Kalau diperlukan langkah evakuasi semua siap, RS Hasan Sadikin Bandung juga bisa jadi rujukan,” tukasnya
Sebelumnya seorang warga Kota Bekasi berinisia D (50) meninggal dunia di Cianjur. Salah satu staff PT Telkom tersebut dikabarkan menderita batuk dan sesak napas sepulang dari Malaysia. Hingga saat ini Pemkot Bekasi telah menyelidiki apakakah yang bersangkutan positif Corona dan siapa saja yang berinteraksi.(sgr)






































