KanalBekasi.com – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Bekasi memasuki hari ketiga. Dalam laporan pantauan petugas yang berjaga nampak volume kendaraan di wilayah penyangga ibu kota itu menurun hingga 10 persen.
Kasat Lantas Polres Metro Bekasi Kota, AKBP Ojo Ruslani mengatakan berdasarkan pemantauan jumlah kendaraan yang meilintas terjadi penurunan secara sighnifikan. Hal tersebut menurutnya dampak dari tutupnya kantor dan pusat keramaian lainnya.
Baca Juga: Dishub dan Satpol PP Pantau Perbatasan Jelang PSBB di DKI Jakarta
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Lima sampai 10 (persen) penurunannya, tapi untuk persisnya nanti kita lihat angka-angkanya kita rekap,” kata Ojo, Jum’at (17/4)
Kendati mengalami penurunan, ada beberapa titik ruas jalan yang masih ramai dilalui kendaraan. Salah satunya di Bantargebang dan beberapa ruas jalan perbatasan.
“Yang besar itu masuk wilayah Bekasi itu di Jalan Narogong, Bantargebang, kemudian Sumber Arta itu di wilayah Bekasi, Jatiwaringin, kemudian Sasak Jarang itu wilayah Bekasi Timur, itu entry point yang cukup besar arus lalinnya,” terangnya.
Warga, sambung Ojo sudah paham dan mengerti bahwa Kota Bekasi menerapkan PSBB. Namun, keperluan sehari-hari membuat mobilitas warga masih cukup tinggi.
“Dengan keperluan dia untuk keluar dan berangkat kerja itu kan, ada keperluan pergi ke pasar atau ambil barang tertentu, maka dia masih melakukan aktivitas di luar,” tuturnya
Ojo menambahkan sejak Polres Metro Bekasi Kota melaksanakan operasi pihaknya mencatat lebih dari 250 pelanggaran selama dua hari penerapan PSBB. Hari pertama sebanyak 165 pelanggaran dan hari kedua sebanyak 199.
“(Jenis pelanggaran) yang dominan motor boncengan, lainnya tidak pakai masker dan melebihi muatan,” tandasnya.(sgr)







































