Sholat Ied di Bekasi: Warga Zona Merah Dilarang Datangi Zona Hijau

Jumat, 22 Mei 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pelaksanaan sholat ied

Ilustrasi pelaksanaan sholat ied

KanalBekasi.com – Pemerintah Kota Bekasi telah menetapkan 41 wilayah kelurahan dari 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi masuk zona hijau penyebaran virus Covid-19. 

Namun begitu, kasus baru bisa saja muncul kembali jika masyarakat tidak tertib dalam melaksanakan protokol kesehatan antara lain dengan menghilangkan kebiasaan memakai masker, mencuci tangan sesering mungkin, masih berkerumun dan sering bersentuhan langsung dengan banyak orang. 

Baca Juga: 29 Kelurahan di Kota Bekasi Diperbolehkan Sholat Ied, Namun Tak Boleh Halal Bihalal

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bagian Humas Kota Bekasi, Sajekti Rubiyah mengatakan walaupun evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyatakan Kota Bekasi mengalami proses perbaikan, tetap saja masyarakat diimbau terus waspada penyebaran Covid-19 di Kota Bekasi. 

“Kita harus terus waspada ditengah kondisi darurat COvid-19, bila kita lalai dan mengindahkan protokol dan budaya memakai masker, cuci tangan dihilangkan, penyebaran virus bisa kembali terjadi,”  kata Sajekti, Jumat, (22/5)

Sajekti juga menjelaskan, penetapan wilayah zona hijau berdasarkan monitoring dan evaluasi data penyebaran kasus Covid-19 di Kota Bekasi. Hal pertama yakni makin tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 yang dirawat di berbagai rumah sakit. Kedua jumlah ODP dan PDP menurun, dan bisa menjaga laju perhitungan reproduksi virus diangka 0,71 yang berarti di Kota Bekasi kemampuan virus ini menularkan pada orang lain adalah 1 kali (1 pasien positif mampu menularkan pada 1 orang).  

Hal ini tidak lepas dengan segala usaha Pemerintah Kota Bekasi dalam mempercepat kasus antara lain dengan menyediakan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) di Laboratirium Kesehatan Daerah (Labkesda) dan RSUD dr Chasbullah Abdul Madjid dengan kemampuan memersiksa sampel perhatinya lebih dari seribu pemeriksaan. Kemudian melakukan test rapid masal dan ini membuat penanganan pasien di Kota Bekasi berjalan cepat dan ditemukan dalam kondisi yang belum parah,” ungkap Sajekti. 

Berdasarakan data, laju partumbuhan orang dalam pengawasan (ODP) dan Pasien dalam pemantauan (PDP) Kota Bekasi hingga 15 Mei 2020 mengalami penurunan. Namun begitu warga kembali diingatkan, jika semua tidak tertib dan konsisten dengan protokol kesehatan, laju pertumbuhan ODP dan PDP kembali bisa meningkat. 

Untuk itu, Walikota Bekasi Rahmat Effendi telah mengeluarkan surat perintah tugas Nomor 800/451/Set.Covid-19 terhadap Pembina Wilayah, Camat dan Lurah untuk terus memantau dan mensosialisasikan terkait wilayah yang masuk dalam zona hijau untuk terus waspada terutama jelang pelaksanaan Hari Raya Idul Fitri.

“Dalam arahannya Bapak Walikota juga menyampaikan bahwa rangkaian sholat ied diharapkan hanya untuk warga dilingkungan RT/RW tersebut dan panitia yang dibentuk oleh DKM melaporkan ke MUI, DMI dan Muspika. Kemudian dengan protokol kesehatan yang ketat dan manjaga jarak, menggunakan masker dan panitia menseleksi warga dilingkungan tersebut satu per satu,” kata Sajekti mengulang arahan Walikota Bekasi Rahmat Effendi.

Di poin selanjutnya, diharapkan tidak ada warga non wilayah zona hijau ikut dalam shalat ied karena akan berakibat fatal dan terjadi penyebaran Covid-19. Dan mengingatkan bahwa penularan Covid-19 sangat cepat sekali dan khawatir apa yang sudah dilakukan pemerintah Kota Bekasi yang sudah memakan waktu dua bulan lebih ini demi memutus mata rantai Covid-19 menjadi sia-sia.

“Ayo kita bersama putus mata rantai penularan Covid-19 di Kota Bekasi. Karena virus ini ada dan kita perangi dengan menumbuhkan kesadaran mengedepankan protokol kesehatan dan saling mengingatkan untuk kebaikan bersama,” pungkasnya.(hms/adv)

Berita Terkait

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tingkatkan Kepercayaan Diri RW, Kecamatan Jatiasih Gelar Pendampingan Pengelolaan Dana Lingkungan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 14:41 WIB

Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Kamis, 16 April 2026 - 17:28 WIB

Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati

Berita Terbaru