Pemerintah Fokus Bantu 5 Provinsi Terbanyak Penyebaran Corona

Kamis, 11 Juni 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Ahmad Yurianto

Jubir Pemerintah untuk Covid-19, Ahmad Yurianto

KanalBekasi.com – Tim Gugus Tugas Penanggulangan COVID-19 akan fokus membantu 3 provinsi dengan tingkat penyebaran COVID-19 yang tinggi. Berdasarkan pemeriksaan spesimen per hari ini ada 5 provinsi yang penambahan kasus nya tinggi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Kalimantan Selatan.

“Saat ini kami fokus bergotong royong membantu 3 provinsi yang memiliki tingkat penyebaran pandemi COVID-19 yang tinggi yakni Jawa Timur, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Selatan. Namun kami juga memastikan provinsi-provinsi yang berhasil menekan kasus sampai di bawah 10,” kata Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan COVID-19 Reisa Broto Asmoro,Kamis (11/6)

Baca Juga: 80 Persen Penularan Corona Saat Ini Tanpa Gejala

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemeriksaan spesimen per hari ini sebanyak 17.757 total 446.918 spesimen yang telah diperiksa. Hasilnya terdapat penambahan kasus positif sebanyak 1.241 total 34.316. Penambahan kasus terbanyak ada di 5 provinsi yakni Jawa Timur 273 kasus, Sulawesi Selatan 189 kasus, DKI Jakarta 157 kasus, Jawa Tengah 139 kasus, dan Kalimantan Selatan 127 kasus.

Jubir Pemerintah untuk COVID-19 Achmad Yurianto mengatakan penambahan kasus positif tersebut disebabkan karena tracing dilakukan lebih agresif sehingga sebagian besar penambahan spesimen dikirim oleh Puskesmas atau dinas kesehatan bukan rumah sakit.

“Ini bukti bahwa tracing agresif akan mengungkap begiru banyak kasus positif dan selanjutnya diisolasi sebaik-baiknya,” ujarnya.

Selain itu ada 15 provinsi melaporkan kenaikan di bawah 10 dan 6 provinsi tidak ada kenaikan. Pasien sembuh per hari ini bertambah 715 total 12.129, pasien meninggal bertambah 36 total 1.959.

Protokol kesehatan harus diterapkan dan dipatuhi di semua sektor. Salah satu yang harus diperhatikan adalah jaga jarak. Sebuah penelitian yang diterbitkan jurnal ilmiah Lancet menunjukkan jaga jarak yang aman adalah sampai dengan 1 meter. Hal tersebut merupakan langkah pencegahan terbaik bisa menurunkan risiko sampai 85%.

“Ini yang harus kita lakukan bersama-sama karena dengan cara inilah kita bisa menghindar dari penularan COVID-19,” pungkasnya.(sgr)

Berita Terkait

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB