Vaksin Corona Berbandrol Rp 300 – 400 Ribu Siap Dilempar ke Pasar

Jumat, 28 Agustus 2020

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Vaksin Corona

Ilustrasi Vaksin Corona

KanalBekasi.com – Dalam waktu dekat Vaksin Covid-19 akan dipasarkan ke masyarakat. Pemerintah dan perusahaan vaksin asal China dikabarkan telah melakukan uji klinis dan akan memproduksi massal vaksin tersebut.

Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Erick Thohir menyebut harga vaksin corona yang diproduksi Bio Farma bekerja sama dengan Sinovac berkisan antara USD25-30 atau Rp367.977 hingga Rp441.573. Harga ini merupakan harga total untuk penyuntikan vaksin yang dilakukan sebanyak dua kali per orang.

Baca Juga: Sudah Lewati Uji Klinis, Vaksin Covid-19 Diproduksi Februari 2021

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Perhitungan awal harga vaksin ini untuk istilahya bukan per dosis tapi untuk satu orang, karena satu orang ini dua kali suntik, jeda waktunya dua minggu. Kurang lebih itu harganya US$ 25-30 range-nya, tapi ini Bio Farma sedang hitung ulang,” jelasnya, Jum’at (28/8)

Untuk memperoleh angka tersebut, kata Erick, pihaknya menjalin komitmen dengan China agar harga bahan baku per dosis vaksin di kisaran USD8 atau sekitar Rp117.803 pada tahun 2020, dan di kisaran USD6-7 atau sekitar Rp88.352-103.077 untuk tahun 2021.

“Harga bahan baku yang sudah dikerjasamakan dengan Sinovac untuk 2020 per dosisnya US$ 8. Tetapi di tahun 2021 harganya US$ 6-7, jadi ada penurunan,” tuturnya.

“Nah kita memang ingin bahan baku. Kenapa? Supaya kita bisa belajar memproduksi vaksin. Jadi tidak hanya menerima vaksin yang sudah jadi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, selain vaksin kerja sama dengan Sinovac, pemerintah juga fokus mengembangkan vaksin merah putih agar ke depannya tak bergantung terus pada produsen luar negeri.

Sebelumnya, Erick mengatakan pemerintah merencanakan dua program vaksinasi Covid-19. Pertama, Vaksin bantuan pemerintah dimana melalui budget APBN dan menggunakan data BPJS kesehatan.

Kedua, mekanisme vaksinasi mandiri. Mekanisme inilah yang menjadi tumpuan untuk mengurangi beban anggaran negara. Pasalnya, nanti masyarakat yang secara finansialnya mampu bisa vaksinasi dengan membeli sendiri.(sgr)

Berita Terkait

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB