KanalBekasi.com – Vaksin Moderna resmi akan dikeluarkan izinnya oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
BPOM mengeluarkan izin Emergency Use Authorization (EUA) terkait dengan dikeluarkannya vaksin Moderna yang resmi dipergunakan di Indonesia.
Kepala BPOM Penny K. Lukito mengungkapkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA pertama yang datang ke Indonesia ini aman digunakan terhadap orang dengan komorbid.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: 25 Ribu Warga Kota Bekasi Esok Jalani Vaksinasi Massal
“Vaksin ini (Moderna) memberikan profil keamanan dan efikasi yang baik pada populasi dengan komorbid. Yaitu bisa diberikan pada pasien dengan penyakit paru kronis, jantung, obesitas berat, diabetes, liver hati, dan HIV,” terang Penny dalam siaran persnya secara virtual, di Jakarta, Jumat (2/7)
Adapun efektivitas serta keamanan vaksin Moderna teruji baik dan berdasar hasil uji klinis fase 3.
Kemudian, vaksin ini bekerja cukup baik pada tubuh kelompok usia 18-65 tahun dengan efektivitas 94,1 persen dan pada usia di atas 65 tahun efektivitasnya 86,4 persen.
Berkenaan dengan penggunaannya, Penny menerangkan bahwa vaksin Moderna diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak pemberian 1 bulan antara dosis pertama dengan dosis kedua.
Sebagai informasi salah satu vaksin yang disebut-sebut akan dipakai dalam vaksinasi gotong royong adalah vaksin Moderna. Vaksin buatan Amerika Serikat ini menggunakan platform mRNA, serupa dengan vaksin buatan Pfizer.






































