KanalBekasi.com – Pelaksanaan vaksinasi tahap V di Kota Bekasi berlangsung sukses. Sebanyak 140.000 vaksin Sinovac terbagi rata di 56 Kelurahan se Kota Bekas, Jum’at (16/7)
Antusias warga dalam menghadapi pencegahan masa pandemi Covid-19 di Kota Bekasi semakin gencar dalam solusi vaksinasi.
Warga dalam tahap pencegahan untuk meminimalisir adanya kasus aktif. Peserta juga telah melaksanakan screening dan tes antigen memastikan layak untuk mendapatkan vaksin di wilayah masing-masing.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: 25 Ribu Warga Kota Bekasi Esok Jalani Vaksinasi Massal
Untuk wilayah B Wali Kota memberikan 2 hari, hari ini yakni tahap screening dan esok hari untuk vaksinasinya karena pada area ini belum melakukan screening terlebih dahulu.
Wali Kota pada kunjungannya menyuarakan kepada warga di berbagai titik bahwa pemakaian masker sangatlah penting pada saat ini dan memakai harus 2 lapis, karena virus kali ini lebih dahsyat penyebarannya sehingga Rumah Sakit di Kota Bekasi telah dinyatakan penuh dengan pasien terpapar Covid-19.
Pelaksanaan vaksinasi ini adalah bentuk program dalam menghadapi pencegahan pandemi, Walikota juga berharap masing-masing warga di Kota Bekasi bisa memiliki herd immunity untuk menjaga kekebalan tubuh.
Sebelumnya Walikota Bekasi Rahmat Effendi mengatakan, berdasarkan data evaluasi Satgas Covid-19 Kota Bekasi, hingga 26 Juni 2021 lalu terdapat sejumlah lonjakan kasus Covid-19 dibeberapa Kecamatan.Tertinggi Kecamatan Bekasi Utara terdapat 594 kasus.
Tertinggi kedua adalah Kecamatan Bekasi Timur dengan jumlah kasus aktif sebanyak 429 kasus, lalu tertinggi ketiga Kecamatan Bekasi Selatan sebanyak 339 kasus.
Berdasarkan data terakhir evaluasi tim Satgas Kota Bekasi, Kecamatan Bekasi Utara paling tinggi,” kata Rahmat Efendi, Selasa (29/6) lalu.
“Ini lima kecamatan tertinggi kasus Covid-19 aktifnya,” terangnya
Sementara itu di tingkat Kelurahan, Bekasi Jaya merupakan kelurahan paling tinggi jumlah warga terpapar Covid-19 sebanyak 163 kasus. Kelurahan Pejuang dengan 155 kasus aktif dan ketiga Kelurahan Harapan Baru dengan 150 kasus aktif.
Sementara itu di kasus tertinggi keempat, di Kelurahan Bojong Rawalumbu dengan 136 kasus dan urutan kelima Kelurahan Bintara Jaya 109 kasus. (hms/adv)






































