KanalBekasi.com – Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati mengatakan ada sekitar 8.456 lansia yang menolak vaksinasi COVID-19. Dalam catatannya Kecamatan Pondok Gede menjadi kecamatan terbanyak lansia yang menolak divaksin.
Ia menyebut angka tersebut didapat berdasarkan data laporan setiap kecamatan per 20 Februari 2022. Atas data tersebut, pihaknya akan membuat jadwal untuk turun langsung ke wilayah.
” Nah, nanti kita akan turun juga ke wilayah beserta tim, berdasarkan laporan yang disampaikan oleh wilayah telah kita rekapitulasi, didapatkanlah angka tersebut,” kata Tanti rabu (22/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berikut ini datanya:
1. Kecamatan Rawalumbu: 896 lansia
2. Kecamatan Medan Satria: 1.010 lansia
3. Kecamatan Bekasi Timur: 212 lansia
4. Kecamatan Bekasi Barat: 654 lansia
5. Kecamatan Bekasi Selatan: 1181 lansia
6. Kecamatan Bekasi Utara: 822 lansia
7. Kecamatan Mustika Jaya: 257 lansia
8 Kecamatan Jatiasih: 0 lansia
9. Kecamatan Bantargebang: 309 lansia
10 Kecamatan Pondok Melati: 907 lansia
11. Kecamatan Pondok Gede: 1.710 lansia
12. Kecamatan Jatisampurna: 498 lansia
Menurut Tanti, para lansia yang menolak vaksin rata-rata memiliki komorbid. Namun ia tidak mengetahui secara spesifik alasan kenapa para lansia tersebut menolak divaksin.
“Dalam rekapan tidak diketahui alasan secara lengkap. Alasannya hanya ada komorbid dan tidak mau saja, hanya dua alasan yang disampaikan. Jadi tidak terlalu spesifik memberikan ke kami,” ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, untuk capaian vaksinasi COVID-19 kepada lansia berdasarkan data fasilitas kesehatan (faskes) di Kota Bekasi, untuk dosis pertama mencapai 95.599 orang (61,22%), dosis kedua 83.905 orang (53,73%), dan dosis ketiga 27,878 orang (17,85%).
Sedangkan capaian vaksinasi lansia berdasarkan KTP, dosis pertama berada di angka 127.453 orang (81,62%), dosis kedua di angka 111.315 orang (71,29%), dan dosis ketiga di angka 31.294 orang (20,04%). (sgr)






































