41 Persen Anak Indonesia Pernah Alami Bullying

  • Whatsapp
Ilustrasi

KanalBekasi.comBullying merupakan hal yang berpotensi dialami anak kita baik di sekolah maupun di lingkungan lainnya. Tak hanya berpotensi mengalami Bullying,  anak juga bisa menjadi pelaku bagi teman sebayanya. Tentu kita tidak menginginkan hal demikian terjadi pada anak kita.

Dalam buku Saku Pencegahan Bullying Pada Anak Usia Dini. Direktorat PAUD Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2020), Bullying berarti menggertak menggunakan kekuatan serta kekuasaan untuk menakut-nakuti atau menyakiti anak yang lebih lemah. Baik secara fisik maupun psikologis. Bullying ini terdiri dari beberapa jenis diantaranya yaitu sebagai berikut:

Bacaan Lainnya

Bullying Fisik

Merupakan perilaku seorang atau kelompok anak yang menyerang menggunakan kekuatan fisik dengan kaki, tangan, badan, atau anggota tubuh lainnya. Contoh : mencubit, mendorong, hingga tindakan fisik yang merugikan orang di sekitar.

Bullying Verbal

Perilaku seorang atau kelompok anak melalui kata-kata yang memiliki arti negatif. Baiknya Ayah dan Bunda mulai mendampingi buah hati agar terhindar dari tindakan mengejek, menertawakan, hingga membandingkan sesamanya. Contoh: bodoh, jelek dan lain sebagainya.

Bullying Sosial

Yaitu perilaku seorang anak dengan sikap membatasi atau mengasingkan teman dari pergaulannya. Tindakan ini bisa berbentuk mengucilkan hingga mendiamkan sesamanya. Biasanya bullying ini juga diawali dengan bullying verbal.

Data hasil riset Programme for International Students Assessment (PISA) 2018 menunjukkan murid yang mengaku pernah mengalami perundungan (bullying) di Indonesia sebanyak 41,1%.

Angka murid korban bully ini jauh di atas rata-rata negara anggota OECD yang hanya sebesar 22,7%. Selain itu, Indonesia berada di posisi kelima tertinggi dari 78 negara sebagai negara yang paling banyak murid mengalami perundungan.

Selain mengalami perundungan, murid di Indonesia mengaku sebanyak 15% mengalami intimidasi, 19% dikucilkan, 22% dihina dan barangnya dicuri. Selanjutnya sebanyak 14% murid di Indonesia mengaku diancam, 18% didorong oleh temannya, dan 20% terdapat murid yang kabar buruknya disebarkan.(red)

 

 

Pos terkait