Penyakit Super Flu Rentan Menyerang Pasien Autoimun

Senin, 5 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi

ilustrasi

KanalBekasi.com – Penyakit super flu atau virus Influenza tipe A sub-clade K (H3N2) muncul di sejumlah provinsi.Kementerian Kesehatan mencatat terdapat 62 kasus di Indonesia, dan 10 kasus terdeteksi di Jawa Barat.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jawa Barat, dr. Moh. Lutfi, menjelaskan super flu secara klinis memiliki gejala yang sama dengan influenza tipe A pada umumnya. Meski begitu, masyarakat tetap diminta waspada karena virus hasil mutasi ini berpotensi menular lebih cepat.

“Gejalanya sama seperti biasa, ada demam, batuk pilek, sakit tenggorokan, hingga nyeri otot atau badan terasa lemah,” ujar dia, Senin,(5/1}

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lutfi menyebut, perbedaan utama super flu terletak pada kecepatan transmisi virus. Dia menyebut penularan super flu bisa lebih cepat antara satu orang ke orang lain.

IDI Jabar meminta masyarakat tidak panik dan menghindari penggunaan antibiotik tanpa indikasi medis. Penyakit ini disebabkan virus sehingga kekebalan tubuh memegang peran utama.

“Tidak ada obat yang spesifik. Untuk mengatasi gejala batuk pileknya, bisa menggunakan obat yang umum tersedia di apotek. Karena ini virus, daya tahan tubuh kita sendirilah yang akan mengatasi infeksinya,” jelas dia

Antibiotik hanya diberikan bila terdapat infeksi bakteri. Pasien dengan gejala ringan disarankan istirahat dan isolasi mandiri.

“Kalau gejalanya ringan, tidak perlu dibawa ke IGD. Kecuali, jika muncul gejala berat seperti sesak napas atau demam tinggi yang menetap, nah itu baru perlu diperiksakan lebih lanjut ke fasilitas kesehatan,” pesan dia.

Selain memakai masker dan menjaga kebersihan tangan, Lutfi juga mendorong masyarakat mempertimbangkan vaksinasi influenza untuk mencegah komplikasi serius.

“Satu lagi, mungkin vaksinasi influenza itu perlu ya menurut saya, untuk menghindari risiko peradangan di dalam ya. Terutama untuk populasi tertentu, misalkan usia lanjut atau orang-orang dengan daya tahan tubuh rendah seperti pasien kanker, pasien autoimun dan lain-lain,” ujar dia. (red)

 

Berita Terkait

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan
Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 
Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita
Puluhan Guru SD dan SMP Negeri Dilantik Sebagai Kepala Sekolah
Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan
Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎
Aksi Demo Korban Ledakan SPBE Cimuning Ganjar Wali Kota Pemimpin Minim Empati
Warga Keluhkan Dugaan Pungutan Parkir di Samsat Bekasi Kota, Padahal Tertera “Gratis”
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 14:11 WIB

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Jumat, 17 April 2026 - 22:20 WIB

Kasus Bullying di SDN Kota Bekasi Berujung Mediasi, Sekolah Siapkan Langkah Pencegahan 

Jumat, 17 April 2026 - 21:54 WIB

Polres Metro Bekasi Kota Bongkar Sindikat Narkoba: 45 Kg Ganja dan Ratusan Ribu Pil Disita

Jumat, 17 April 2026 - 09:57 WIB

Satgas Haji Polri Resmi Dibentuk, Fokus Berantas Modus Penipuan

Kamis, 16 April 2026 - 22:19 WIB

Ketua Ombudsman RI Jadi Tersangka Korupsi Nikel, Baru 6 Hari Dilantik ‎

Berita Terbaru

HEADLINE

Tiga Jenis Produk BBM Naik Gila-gilaan

Sabtu, 18 Apr 2026 - 14:11 WIB